Breaking News:

Formula E

Wagub DKI Ahmad Riza Patria Menegaskan Duit Komitmen Formula E Sebesar Rp 560 Miliar untuk 3 Tahun

Rencana penyelenggaraan Formula E di Jakarta menjadi polemik panas, baik untuk warga DKI Jakarta sampai anggota DPRD DKI Jakarta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Rencana penyelenggaraan Formula E di Jakarta menjadi polemik panas, baik untuk warga DKI Jakarta sampai anggota DPRD DKI Jakarta.

Di tengah polemik itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membantah tudingan soal besaran duit komitmen Formula E senilai Rp 2,3 triliun untuk lima musim atau tahun balapan.

Pemprov DKI Jakarta menyebut bahwa duit komitmen hanya menelan biaya Rp 560 miliar dan dikeluarkan sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Informasinya kan sampai Rp 2,3 triliun. Itu tidak betul dan tidak pernah kami membayar commitment fee segitu. Tapi yang ada adalah Rp 560 miliar untuk tiga tahun ke depan, bukan satu tahun,” kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI pada Kamis (30/9/2021) malam.

Baca juga: Wagub DKI Bantah Gubernur Anies Lobi DPRD Untuk Gagalkan Interpelasi Formula E

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Harapkan Para Legislator Tetap Solid Usai Prasetyo Dilaporkan ke BK

Baca juga: Dilaporkan ke BK oleh 7 Fraksi terkait Paripurna Formula E, Pras Mengaku Cuma Akomodir Usulan

Riza berujar bahwa duit komitmen Formula E untuk sisa ajang balap selama dua tahun lagi akan diperoleh melalui sponsorship.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku perseroan daerah sedang menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk menggelar ajang balap itu sampai tuntas.

“Kami harapkan ke depan penggunaan atau pembiayaan tidak lagi dari APBD. Kami harapkan ke depan menggunakan dana publik, sponsor atau partisipasi masyarakat,” ujar Riza.

Sejauh ini, Riza merasa tidak ada kendala dengan ajang balap itu yang rencananya digelar pada Juni 2022.

Awalnya turnamen mobil listrik itu bakal digelar pada Juni 2020, namun ditunda karena adanya pandemi Covid-19 di berbagai belahan dunia.

Di sisi lain, dua fraksi DPRD DKI yaitu PDI Perjuangan dan PSI menggulirkan hak interpelasi Formula E beberapa waktu lalu.

Hak interpelasi digulirkan untuk meminta klarifikasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin menggelar turnamen di tengah perekonomian masyarakat sedang terpuruk.

Namun rencana hak interpelasi tak kunjung kuorum atau peserta rapat yang hadir tidak sesuai dengan angka minimal yaitu 54 orang.

Padahal, rapat paripurna yang digelar pada 29 September 2021 telah ditunda selama dua kali dengan jeda waktu satu jam dan 10 menit.

Rapat tak kuorum karena 73 anggota dewan dari tujuh fraksi mendukung Anies menggelar Formula E pada Juni 2022.

"Ya sejauh ini, tidak ada masalah dan kendala yang berarti. Insyaallah sesuai dengan kesepakatan, Formula E akan dilaksanakan bulan Juni 2022,” jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved