Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang Tewaskan 49 Narapida

Hasil gelar perkara penyebab kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang dipastikan karena korsleting listrik.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Warta Kota/Desy Selviany
Direst Krimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Hasil gelar perkara penyebab kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang dipastikan karena korsleting listrik. Korsleting terjadi karena adanya arus listrik yang tidak sesuai tegangan listrik.

Hal itu diungkapkan Direst Krimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2021).

Tubagus mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar perkara kasus kebakaran tersebut.

Sebanyak 58 saksi telah diperiksa termasuk saksi ahli.

Tiga saksi ahli sepakat bahwa kebakaran terjadi karena korsleting listrik.

Baca juga: Akan Ada Tersangka Kasus Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Terbaru karena Ada Kesengajaan

Baca juga: 4 Fakta Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Korsleting Listrik, Kamar Terkunci, Over Kapasitas

"Berdasarkan dari keterangan ahli, bahwa penyebab kebakaran itu adalah karena korsleting listrik atau short sikuit," tuturnya.

Penyidik juga sudah menemukan penyebab korsleting listrik. Korsleting listrik terjadi akibat adanya arus listrik yang tidak sesuai dengan hambatan.

Dimana hambatannya tidak mencukupi, sehingga arus tidak terkendali.

Ketidaksesuaian hambatan itu terjadi lantaran kapasitas yang tidak sesuai antara arus listrik. Hambatannya berupa kabel, pengantarnya berupa kabel dan beban daya yang sangat berat.

Baca juga: Petugas Masih Identifikasi 41 Orang yang Tewas dalam Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Baca juga: Polda Metro Hadirkan Dua Saksi Ahli untuk Cari Penyebab Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

"Beban yang sangat berat dipasang oleh kapasitas kabel yang tidak sesuai, mengakibatkan arus listrik tidak terkendali dengan hambatannya," tutur Tubagus.

Karena ketidaksesuaian arus listrik dan pengantar daya itu, menimbulkan panas atau percikan api pada sambungan listrik.

Tubagus mengatakan, pihaknya mencari tersangka dalam penyebab dari korsleting listrik tersebut.

Dimana ternyata pemasangan instalasi listrik di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang dipasang oleh narapidana inisial JMN.

Tersangka JMN tak memiliki keahlian dalam pemasangan instalasi listrik. Sementara JMN mengaku diminta pegawai Lapas PBB untuk memasang instalasi listrik.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved