Eksklusif Warta Kota
Eksklusif Warta Kota, Pengakuan Kepsek SMKN 5 Tangerang Soal Harta Kekayaannya
Kepala Sekolah SMKN 5 Kota Tangerang Nurhali mendadak jadi bahan perbincangan banyak orang. Kekayaannya disandingkan para menteri
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kepala Sekolah SMKN 5 Kota Tangerang Nurhali mendadak jadi bahan perbincangan banyak orang.
Pasalnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut namanya sebagai 10 pejabat terkaya di Indonesia bersama sejumlah menteri versi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara.
Ia bersanding dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Menteri BUMN Erick Thohir.
Dalam laporan tersebut, Nurhali memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 1,6 triliun per 17 Februari 2021.
Baca juga: Di Masa PPKM Level 3, Sebanyak 18 Sekolah di Kepulauan Seribu Telah Menggelar PTM Terbatas Tahap II
Lantas apa saja harta yang dimiliki Nurhali? Jurnalis Warta Kota (TribunTangerang.com) Gilbert Sem Sandro berkesempatan mewawancarai Nurhali secara eksklusif.
Berikut hasil wawancara yang berlangsung di ruang kerja Nurhali, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, belum lama ini.
Bisa dijelaskan awal mula kenapa nama bapak bisa disebut-sebut oleh KPK?
Kebetulan kami (para kepala sekolah) memang berkewajiban untuk menyampaikan kekayaan seperti yang diminta oleh KPK. Laporannya melalui situs elhkpn.kpk.go.id.
Nah selebihnya seperti yang diberitakan media-media.
Mengenai harta kekayaan, kan memang semua pejabat negara juga wajib melaporkan harta kekayaannya masing-masing.
Seperti camat atau kepala dinas (Kadis) hingga ke tingkat lebih tinggi lainnya. Jadi setiap tahun saya itu menyampaikan dan melaporkan harta kekayaan berdasarkan apa yang saya punya.
Saya sudah melaporkan harta kekayaan saya itu sejak tahun 2018, 2019, 2020, dan terakhir kemarin, tahun 2021.
Pertama saya menyampaikan harta kekayaan yang saya punya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) itu tentang harta yang bergerak dan tidak bergerak. Kemudian ada juga yang namanya harta milik istri dan harta milik suami.
Nah harta yang tidak bergerak itu kan ada seperti tanah dan rumah.
Lalu, harta yang bergerak itu seperti kendaraan motor dan mobil. Selain itu, saya juga memasukan harta hasil rumah tangga. Setelah saya memasukan harta saya sebagai ASN, saya juga memasukan harta kekayaan berdasarkan apa yang dimiliki oleh istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepsek-smkn-5-nurhali2.jpg)