Breaking News:

Bisnis

Wearing Klamby Buka Offline Store Pertama di Plaza Indonesia, Optimis 6 Bulan BEP

Situasi pandemi Covid-19 diyakini penuh ketidakpastian.  Banyak yang masih menunggu situasi atau wait and see. Termasuk di sektor ekonomi.

Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pembukaan toko Wearing Klamby di Plaza Indonesia, Senin (27/9/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Situasi pandemi Covid-19 diyakini penuh ketidakpastian.  Banyak yang masih menunggu situasi atau wait and see. Termasuk di sektor ekonomi.

Namun beberapa pengusaha tidak mau menunggu terlalu lama dengan situasi 'gloomy' ini. Salah satunya merek fashion lokal, Wearing Klamby, yang resmi membuka offline store pertamanya di Plaza Indonesia.

"Kita harus moving forward, kalau menunggu  pandemi selesai, terus kapan selesainya?,"  kata Ridho Jufri, Co-Founder Wearing Klamby, di launching gerai fisik di Plaza Indonesia, Senin (27/9/2021).

Ia mengakui, banyak rencana kedepan terkait kemajuan brand lokal yang didirikan sejak 2013 lalu. Termasuk pembukaan toko offline di Tangerang, serta tahun depan ada lagi 6 toko fisik di 6 kota di Indonesia. 

Baca juga: Klamby for Humanity, Merek Lokal Fesyen Wearing Klamby Bagikan 1.000 Scarf Koleksi Ulos untuk Nakes

Baca juga: Tak Gentar dengan Situasi Pandemi, Wearing Klamby Buka Offline Store Pertama di Plaza Indonesia

"Ada banyak  alasan kami membuka toko offline. Salah satunya kami ingin Wearing Klamby naik level, tidak dipandang sebelah mata yang hanya online shop saja tapi ada pilihan belanja online dan offline. Walaupun masa pandemi, konsumen sudah kangen belanja secara offline yang bisa memegang, ada experience yang berbeda," ujarnya. 

Ridho menjelaskan penjualan secara online akan jalan terus, kendati Wearing Klamby ekspansi membuka toko offline. "Konsumen online dan offline berbeda dan tidak saling tergerus. Adanya toko offline bukan berarti online menjadi berkurang, tapi akan membuat penjualan menjadi maksimal," katanya. 

Ridho mengaku, investasi yang dikeluarkan untuk  membuka gerai di pusat perbelanjaan di jantung ibutkota ini sebesar Rp 3 miliar. Namun jumlah ini,  pihaknya optimis akan mencapai titik impas atau BEP (break even point) dalam waktu enam bulan saja. 

Alasan optimis, karena kasus positif Covid-19 sudah semakin menurun, mulai new normal, program vaksinasi juga sudah semakin banyak, pusat perbelanjaan mulai ramai, dan masyarakat sudah kembali berbelanja.  Walaupun ada skema optimis, Ridho mengakui ada juga skema pesimis. Dan semuanya sudah dikalkulasikan dengan cermat. 

Baca juga: Koleksi Family Set dari Wearing Klamby untuk Ramadan dan Lebaran 2021

Ridho menegaskan bahwa kehadiran gerai fisik pertama Wearing Klamby adalah sebagai upaya Wearing Klamby dalam mengubah persepsi bahwa Wearing Klamby bukan hanya produk yang dijual di online store. Namun, Wearing Klamby adalah merek lokal yang dapat bersaing dengan merek fashion global.

“Kami ingin memberikan kebanggan bagi para pelanggan brand fashion lokal dengan kehadiran gerai Wearing Klamby di Plaza Indonesia. Oleh karena itu, target kami ke depan, adalah bisa membuka gerai Wearing Klamby di mall premium lainnya” kata Ridho, yang menyebutkan bahwa selama pandemi, omset Wearing Klamby tetap bertumbuh. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved