Breaking News:

Pelecehan Anak

Kasus Pelecehan Anak di Duren Sawit Berakhir Damai, Pelaku Membuat Pernyataan dan Pindah Kontrakan

Seorang anak berusia 12 tahun menjadi korban pelecehan seksual ketika hendak membeli kopi di warung kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Sigit Nugroho
Indian Express
Ilustrasi pelecehan seksual. 

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT - Seorang anak berusia 12 tahun menjadi korban pelecehan seksual ketika hendak membeli kopi di warung kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/9/2021) malam.

Namun, persitiwa itu berakhir damai setelah pihak keluarga korban dan pelaku berdamai.

Paur Min Ops Unit Reskrim Polsek Duren Sawit, Ipda Tatan, mengatakan bahwa pelaku dan keluarga korban sempat dibawa ke Polsek Duren Sawit untuk menyelesaikan kasus ini.

Namun ketika diarahkan membuat laporan polisi, korban memilih menempuh jalur damai.

"Perkara pidana tidak dilaporkan ke Polsek, karena kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan  menyelesaikan perkara secara musyawarah kekeluargaan dan dibuatkan surat pernyataan," kata Tatan, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Pulang Beli Kopi di Warung, Bocah 12 Tahun di Duren Sawit Jadi Korban Pelecehan Seksual

Baca juga: KPI Akui Tak Berupaya Keras Menyelesaikan Kasus Pelecehan Seksual yang Menimpa Pegawainya 

Baca juga: Tegar Putuhena Somasi Beberapa Akun Medsos yang Memojokkan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI

Menurut Tatan, pelaku adalah warga pendatang yang menyewa kamar kontrakan di sekitar lokasi kejadian.

Sehingga, keluarga korban mudah untuk mengenali dan menangkap pelaku ketika melintas di lokasi.

"Setelah kejadian tersebut, pelaku sudah tidak mengontrak di tempat tersebut dan sudah pidah ke tempat lain," ujar Tatan.

Usai berdamai, pelaku pindah agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan tidak mendapat hukum sosial di lingkungan tempat tinggal.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 12 tahun berinisial A menjadi korban pelecehan seksual ketika hendak membeli kopi di warung kawasan Duren Sawit.

Ketika itu, A disuruh membeli kopi oleh ibunya ke warung di dekat rumah bertemu dengan pelaku.

Paman korban berinisial F menyeritakan bahwa selesai membeli kopi di warung, dalam perjalanan pulang bertemu dengan pelaku.

Kemudian, pelaku bertanya kepada keponakannya lokasi tempat penjual nasi uduk di sana.

"Keponakan saya nunjuk ke sana. Dibawa unatuk coba tunjukin dulu. Dibawa ke situ. Dirangkul terus dicium," kata F Rabu (22/8/2021).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved