Kebakaran
Karung Goni Basah Jadi 'P3K' Terjadinya Kebakaran, Begini Cara Pakainya
Kebakaran bisa terjadi di mana saja. Seringkali kebakaran yang membesar membuat sulit untuk menyelamatkan harta benda bahkan nyawa
WARTAKOTALIVE.COM, CEMPAKA PUTIH - Kebakaran bisa terjadi di mana saja. Seringkali kebakaran yang membesar membuat sulit untuk menyelamatkan harta benda bahkan nyawa.
Sebelum membesar, api bisa 'dijinakan'. Bukan dengan air, tapi dengan karung goni yang basah. Bagaimana caranya?
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Salemba bersama Suku Dinas Penganggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menggelar pelatihan pemadaman kebakaran di halaman Rutan Salemba pada Rabu (22/9/2021), siang
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pegawai Rutan Kelas 1 Salemba. Pada kesempatan tersebut, instruktur pelatihan dipimpin oleh Uung dari Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat.
Baca juga: Permukiman Padat di Kalianyar Tambora Terbakar, 80 Personel Pemadam Kebakaran Dikerahkan
Baca juga: Damkar Sebut Kebakaran Cahaya Swalayan Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Rp 2,5 Miliar
Baca juga: Laboratorium Forensik Dilibatkan untuk Cari Penyebab Kebakaran Swalayan Cahaya
Pada pelatihan kebakaran itu, instruktur memperagakan tiga cara untuk memadamkan api. Pertama, menggunakan karung goni basah, kedua, menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan ketiga peragaan memadamkan api yang berasal dari kebocoran tabung gas dan kompor.
Simulasi pertama dilakukan dengan melakukan pemadaman api secara manual. Para petugas lapas dilatih untuk melakukan pemadaman api menggunakan karung goni basah.
"Intinya jangan ragu-ragu ketika melakukan pemadaman titik api. Harus yakin tutupi titik sumber api dengan karung goni basah. Jangan dilempar, tapi lakukan perlahan," kata Uung di lokasi pada Rabu (22/9/2021), siang
Saat itu, secara bergilir, para petugas lapas mengikuti praktik pemadaman api yang berkobar dari dalam tong yang sebelumnya telah diisi oleh air dan bahan bakar minyak.
Para petugas lapas diarahkan untuk mengangkat karung goni basah dengan dua tangannya secara vertikal. Hal ini dilakukan guna menutup seluruh bagian badan, terutama bagian kepala sampai perut agar terhindar dari bahaya api.
Setelahnya, secara perlahan, para petugas lapas meletakkan karung goni di atas kobaran api.
"Karung goni ini harus menutup seluruh badan, agar badan kita tidak terkana api. Habis itu, tutup kobaran api dengan karung secara perlahan," jelas Uung.
Di tempat yang sama, Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Salemba Kelas 1 Salemba, Yohanis Varianto mengatakan, kegiatan ini nantinya akan diikuti juga oleh seluruh warga binaan.
"Selanjutnya nanti kita akan memberikan pemahaman kepada seluruh warga binaan. Pelatihan kali ini, sasaran kita adalah petugas dan masyarakat karena kita melakukan simulasi di halaman Rutan," ujar Yohanis saat ditemui di lokasi pada Rabu (22/9/2021), siang.
Selain memberi pelatihan kepada para petugas Lapas Kelas 1 Salemba, Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat juga melakukan pengecekan alat pemadam kebakaran ringan atau Apar dan hydrant di lingkungan Rutan Salemba.
"Dari hasil pemeriksaan memang kita temukan hal-hal yang perlu segera diperbaiki, namun usul kami dari Damkar kepada teman-teman di Kemenkumham, sebaiknya memang ada regulasi khusus yang mengatur standar proteksi keselamatan kebakaran untuk Lapas atau Rutan," ujar Deni Andrias, Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/latihan-pemadaman-api-dengan-karung-goni-1.jpg)