Breaking News:

Gelar Razia Spanduk Iklan Rokok, Satpol PP Jakarta Timur Copot 22 Spanduk di 3 Kecamatan

Satpol PP Jakarta Timur mencopoti spanduk iklan rokok yang tersebar di tiga kecamatan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/ Miftahul Munir
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur melakukan penertiban kepada puluhan spanduk rokok di tiga Kecamatan Wilayah Jakarta Timur pada Selasa (21/9/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur melakukan penertiban kepada puluhan spanduk rokok di tiga Kecamatan Wilayah Jakarta Timur pada Selasa (21/9/2021).

Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian mengatakan, tiga Kecamatan itu diantaranya, Cakung, Duren Sawit, dan Pulogadung.

Operasi spanduk rokok itu sudah berjalan sejak Senin (13/9/2021) lalu dan akan terus dilakukan penertiban.

Baca juga: Anies Ingin Jakarta Bebas Asap Rokok, Pelaku Usaha Diminta Sadar Diri Tutup Iklan Rokok di Toko

"Jadi ada 22 spanduk rokok yang ditertibkan ya, di 22 titik tiga Kecamatan," ucap dia.

Budhy melanjutkan, penertiban ini ada di 12 titik indoor dan 11 titik outdoor seperti mini market dan warung klontong.

Selama operasi spanduk rokok, pihaknya mengedepankan cara-cara persuasif agar tidak menimbulkan kegaduahan.

"Penertiban sesuai ketentuannya diminta untuk diturunkan dan tidak dipasang lagi," jelasnya.

Baca juga: Elite Golkar Ungkap Alasan di Balik Pemasangan Spanduk dan Baliho Airlangga

Menurut Budhy, penertiban ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 148 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggara Reklame. 

Kemudian ada juga Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015 tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau Pada Media Luar Ruang. 

"Kami juga mengacu pada Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok yang ditetapkan guna membuat Jakarta bebas asap rokok," kata dia.

Dengan begitu, maka mini market dan warung klotong tidak boleh memasang spanduk rokok ataupun bungkus rokok.

Namun demikian, pihaknya tidak melarang penjualan rokok kepada mini market dan juga warung klontong.

"Karena yang dilarang hanya memajang iklan produk rokok yang dapat menarik warga mengonsumsinya," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved