Breaking News:

Kawasan Puncak Selalu Macet, Ade Yasin: Solusinya Membangun Jalur Puncak 2

Bupati Bogor Ade Yasin berpendapat, macetnya kawasan Puncak dapat diatasi dengan membangun jalur Puncak 2.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Hironimus Rama
Pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur menggelar pertemuan di Cisarua pada Sabtu (18/9/2021) membahas masalah macet di kawasan Puncak. 

WARTAKOTALIVE.COM, CISARUA - Pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur menggelar pertemuan di Cisarua pada Sabtu (18/9/2021).

Pertemuan ini membahas masalah kemacetan kronis yang terjadi di wilayah Puncak.

Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan bahwa harus ada solusi besar mengatasi masalah kemacetan Puncak.

Baca juga: Uji Coba Ganjil Genap di Puncak Bogor Hari Kedua, 40 Persen Kendaraan Dihalau Petugas Pemeriksaan

"Solusinya hanya satu yakni buka jalur baru yaitu jalur Puncak 2," kata Ade usai pertemuan di Melrimba Garden, Jl. Raya Puncak Gadog KM 87, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Sabtu (18/9/2021).

Dia menjelaskan pengembangan kawasan Puncak 2 melalui pembangunan jalur Poros Tengah Timur (PTT) dapat mengurangi beban kendaraan ke Puncak.

“Jalan Poros Tengah Timur memiliki peran vital dalam meningkatkan infrastruktur jaringan jalan regional di wilayah Jawa Barat, dan akan menghubungkan wilayah Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang," jelas Ade.

Baca juga: Kawasan Puncak Macet Parah hingga Disoroti Jokowi, Ade Yasin Terapkan Ganjil-Genap Akhir Pekan Ini

Jalur Poros Tengah Timur ini berada di Kabupaten Bogor dan Cianjur, yakni menghubungkan antara Sirkuit Sentul yang berada di akses pintu tol Jagorawi dengan Istana Cipanas yang berada di jalan nasional Puncak-Cianjur serta Cariu yang berada di jalan provinsi ruas Transyogi.

"Berdasarkan hasil kajian, pembangunan jalur PTT akan menciptakan efisiensi jarak tempuh sekitar 16 % dan menurunnya tingkat kemacetan kawasan Puncak sebesar 50 %," papar Ade.

Dia menambahkan sebagian titik pada kawasan yang akan dilalui oleh PTT memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan.

Baca juga: Sri Mulyani Khawatir Kawasan Puncak Macet di Akhir Pekan saat Pandemi Virus Corona Belum Beres

Hingga saat ini sudah banyak dibuka kawasan wisata, sehingga jika akses jalan ditingkatkan, akan membagi tujuan wisata masyarakat, tidak lagi terfokus ke Puncak.

“Total perkiraan anggaran biaya yang dibutuhkan adalah kurang lebih sebesar 5 triliun. Keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” pungkas Ade. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved