Breaking News:

Belajar Online

Survei Save the Children Temukan 7 dari 10 Anak di Indonesia Jarang Belajar Selama Pandemi Covid-19

Pandemi virus corona (Covid-19) yang terjadi di Indonesia membuat proses belajar mengajar dilakukan secara online atau daring.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Sigit Nugroho
Dokumentasi Kepala Dukuh Petir B
Seorang Pelajar Belajar di Gunung Temulawak, Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul 

“Karena tantangan anak sumbernya adalah dari orang dewasa di sekitarnya, seperti orangtua dan guru, maka yang kami lakukan adalah melakukan pendampingan kepada guru dan orangtuanya,” tutur Dewi.

Sementara untuk si anak, Dewi menjelaskan bahwa Save the Children Indonesia mempunyai program Coaching for Life di Jakarta.

Program tersebut mendampingi anak-anak yang tinggal di sekitar tujuh RPTRA di Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakara Selatan.

Seperti, membuat kelas online yang bertujuan untuk memotivasi anak dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Save the Children Indonesia juga memberikan edukasi kepada anak dan orangtua tentang bagaimana beradaptasi pada situasi sulit yang dialami seperti saat ini.

“Kelas online bersama kami sifatnya adalah memberi ruang pada anak untuk bersuara, menceritakan pengalamannya, pendapatnya,” jelas Dewi.

“Cara seperti itu membuat anak merasa dihargai, didengarkan dan mereka kembali mengingat bahwa mereka punya cita-cita hingga muncul motivasi baru untuk belajar beradaptasi,” tutur Dewi.

Menurut Dewi, hal tersebut harus didukung oleh orangtua, sekolah, dan pemerintah terutama Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Dewi berujar bahwa kerja sama Save the Children Indonesia dengan Dinas Pendidikan DKI jakarta terjalin sangat baik sejak 2013, terlebih pada masa pandemi Covid-19.

Save the Children Indonesia juga membantu Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam peningkatan kapasitas guru dan keterlibatan orangtua dalam pembelajaran jarak jauh.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved