DPD RI: Masalah Listrik di Lapas Tangerang, Setengah Abad
Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdul Rachman Thaha (ART) mengatakan keterusterangan Menkumham dihargai
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
"Diperburuk lagi oleh utang dan bunga utang negara yang kian menggunung. Akal sehat saya mengatakan masalah pembenahan sarana dan prasarana lapas tampaknya akan semakin kalah prioritas," kata ART.
ART mengungkapkan bahwa lembaga DPD RI menantikan, dari utang baru yang diproyeksikan mencapai lima ratusan triliun, berapa besar yang akan Pemerintah alokasikan untuk pembenahan fasilitas lapas dan program pembinaan warga binaan.
"Begitu pula, kita tunggu bagaimana Pemerintah akan selekasnya menunjukkan rasa tanggung jawab atas meninggalnya puluhan warga binaan dan banyak lagi lainnya yang cedera," kata dia.
"Membayangkan warga binaan sebagai orang-orang yang bertobat, kepedihan dan luka yang dialami para penghuni Lapas Tangerang semoga menjadi pelebur dosa mereka dan melipatgandakan amal kebaikan mereka di hadapan Allah Yang Maha Pemaaf," tutup ART.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/abdul-rachman-thaha-art.jpg)