Breaking News:

Warga Demo Menolak Ajang Formula E, Ariza: Berunjuk Rasa Dilindungi Perundang-undangan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menilai, unjuk rasa merupakan hal yang lumrah di Indonesia.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan massa berunjuk rasa menolak ajang Formula E, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (3/9/2021) pukul 14.00. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Sebagai negara yang menjunjung sistem demokrasi, berunjuk rasa memang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Oleh karen aitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menilai, unjuk rasa merupakan hal yang lumrah di Indonesia.

“Itu hak warga biasa dalam demokrasi. Ada yang pro dan kontra itu biasa,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Jumat (3/9/2021) malam.

Hal itu dikatakan Ariza untuk menanggapi adanya ratusan massa dari Aliansi Selamatkan Jakarta yang berunjuk rasa di Balai Kota DKI pada Jumat (3/9/2021). Mereka menolak rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin menggelar turnamen Formula pada Juni 2022 mendatang.

Oleh polisi, massa akhirnya dibubarkan karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM level 3. Kata Ariza, rencana Formula E telah dikaji dengan matang, dan sudah melewati proses yang cukup panjang sejak tahun 2019 lalu.

“Jadi, tidak bisa sekarang sekadar menolak, sekalipun itu hak siapapun warga. Tentu kami hormati yang setuju dan kami hormati yang tidak setuju,” ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

Baca juga: Dibintangi Mawar de Jongh dan Bryan Domani, Film SIN Extended Diputar Klik Film Mulai Malam Ini

Baca juga: Warga Teriak, PT Aetra Air Klaim Aliran Air Bersih Warga Pademangan Timur Sudah Normal Kembali

Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah tentu telah melalui mekansime dan aturan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta peraturan perundang-undangan. Sejauh syarat administrasi itu telah terpenuhi, pemerintah daerah akan tetap melaksanakan konsep yang sudah dibuat.

“Namun demikian, kami minta yang tidak setuju silakan kita diskusi dan dialog. Sampaikan keberatannya dan alasannya, saya kira bisa kita carikan solusi,” katanya.

Sebelumnya, Ratusan massa berunjuk rasa menolak ajang Formula E, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (3/9/2021) pukul 14.00. Dalam aksinya, mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk membatalkan ajang balap Formula E yang bakal digelar pada Juni 2022 mendatang.

Setibanya di kantor Anies, mereka langsung memakirkan kendaraannya di bahu jalan. Dengan sigap mereka langsung membentangkan spanduk hitam bertuliskan ‘Tolak dan Batalkan Formula E’.

Baca juga: Pendamping Korban Perundungan Pegawai KPI: Kuasa Hukum Untuk Korban Difasilitasi Polisi 

Baca juga: Terus Sebarkan Kebaikan di Tengah Pandemi, Pertamina Beri Santunan untuk 2 Yayasan dan 150 Anak

Beberapa demonstran juga ada mengangkat poster berisi sindirian kepada tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta yang mendukung langkah Anies. Menariknya, latar belakang dari tulisn di poster itu adalah pimpinan tujuh fraksi yang sedang foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai makan malam di rumah dinasnya, Kamis (26/8/2021) lalu.

“Ajang Formula E merugikan warga DKI Jakarta, tetapi menguntungkan tujuh fraksi DPRD DKI. Tidak ada makan malam yang gratis,” demikian tulisan dari poster salah satu demonstran.

Meski sempat berbaris untuk menjaga jarak, namun aksi mereka cukup singkat karena langsung dibubarkan oleh anggota Polsek Metro Gambir. Ratusan massa itu kemudian bergegas pergi dan kembali konvoi melewati Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

“Ingat kawan-kawan kita akan meneruskan semangat juang kita demi menolak Formula E,” ujar salah seorang pria yang menjadi orator dalam aksi itu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved