Kamis, 9 April 2026

Berita Nasional

Antisipasi Kejahatan Digital, Jaga Privasi saat Bertransaksi di Dunia Maya

Masyarakat didorong untuk melakukan pembayaran non tunai lewat berbagai instrumen seperti beragam jenis kartu, uang elektronik, dan kanal digital.

Editor: Feryanto Hadi
Pixabay
Ilustrasi keamanan siber 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.

Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.

Salah satunya dengan menerapkan kehati-hatian dalam bertransaksi di dunia maya.

Tema ini yang diangkat dalam sebuah diskusi bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Agustus 2021 di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Pentingnya Menjaga Keamanan Digital untuk Mencegah Penipuan Daring

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. 

Diskusi daring bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo
Diskusi daring bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital” yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo (ist)

Program kali ini menghadirkan 1203 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Direktur Regional ICSB Jatim, Meithiana Indrasari; pemengaruh, Tesa Lonika R. Meluwu, Asisten Direktur KPW BI Sulteng, Aryo Wibowo TP; serta IOT Engineer & Pengajar STMIK Catur Sakti Kendari, Sulkifly Said. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Arie Mega dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Dalam diskusi itu, Meithiana menyebut, transaksi elektronik telah digunakan setidaknya 91 persen masyarakat Indonesia.

"Agar aman bertransaksi daring, perkuat perlindungan gawai dan akun dengan selalu memperbarui anti-virus dan sistem operasi, kata sandi yang kuat, serta logout seusai transaksi," ungkapnya

Berikutnya, Tesa mengingatkan, dalam bertransaksi digital, prinsip 3P (Paham, Proteksi, dan Pakai) harus diperhatikan.

Baca juga: Masyarakat Diharapkan Tingkatkan Kreatifitas Agar Tak Tergerus Digitalisasi Pasar

“Pahami tipe platform untuk transaksi, proteksi gawai dan akun untuk melindungi data pribadi, serta pakai etika bisnis di era digital,” pesannya.

Pemateri ketiga, Aryo, mengusung tema budaya digital tentang “Sistem Pembayaran di Era Digital”.

Menurut dia, masyarakat didorong untuk melakukan pembayaran non tunai lewat berbagai instrumen seperti beragam jenis kartu, uang elektronik, dan kanal digital.

Sistem pembayaran terus didorong untuk menjaga ekosistem sistem keuangan perbankan dan fintech.

Adapun Sulkifly, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Jenis Penipuan di Internet”.

Ia mengatakan, berbagai ancaman di dunia maya meliputi penipuan, rekayasa sosial, hingga virus dapat dihindari dengan beberapa tips. Langkah utama yang harus diperhatikan, antara lain memperkuat kata sandi, pasang dan selalu perbarui anti-virus, dan menggunakan aplikasi resmi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved