Senin, 20 April 2026

Berita Nasional

Pentingnya Menjaga Keamanan Digital untuk Mencegah Penipuan Daring

Besarnya ketimpangan digital yang hingga kini masih berpusat di Jawa menjadi tantangan utama dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Diskusi daring bertajuk “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital” di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo (16/17/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menyampaikan, pentingnya semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Menurut Jokowi, infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.

Menurutnya, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Dhenny Yuarta mengungkapkan, saat ini, penting bagi masyarakat untuk menguasai kecakapan digital.

Baca juga: Jeli Melihat Peluang Usaha Daring untuk Hasilkan Pundi-pundi Uang

Menurut dia, makin besarnya ketimpangan digital yang hingga kini masih berpusat di Jawa menjadi tantangan utama dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air.

"Selain itu, pengetahuan keuangan yang masih rendah membuat masyarakat kian rawan menjadi korban penipuan, dan canggihnya teknologi menjadikan semakin beragamnya kejahatan pencucian uang secara digital," ujarnya dalam diskusi daring bertajuk “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital” di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo (16/8/2021).

Webinar yang diikuti sebanyak 577 peserta ini merupakan bagian dari Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini. Masing-masing yakni, Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Dhenny Yuarta; Senior Manager Public Policy and Government Relation Gojek Indonesia Timur, Mohammad Khomeiny.

Kemudian ada Founder Sweetbox.inc, Thanadita Indah Grasella; dan Entrepreneur, Gadis Maharani. Sedangkan moderator yaitu Febrina Stevani selaku Communication Specialist. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Baca juga: Ajak Mahasiswa Beradaptasi ke Ruang Digital, Wali Kota Denpasar: Pandemi Covid-19 Bukan Penghalang

Selanjutnya, Mohammad Khomeiny menyampaikan materi etika digital berjudul “Memahami Aturan Bertransaksi Digital”.

Ia mengatakan, modus penipuan yang kerap memakan korban yaitu rekayasa sosial atau manipulasi psikologi korban. Ciri-cirinya, pengumuman berhadiah, pelaku mengklaim dapat menyelesaikan isu yang dihadapi gawai, serta ancaman akan ambil keuntungan secara finansial.

Pemateri ketiga Thanadita Indah Grasella menyampaikan tentang budaya digital bertema “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”.

Menurut dia, jujur dengan kondisi produk dan bersikap sopan santun merupakan etika yang harus dikedepankan dalam berbisnis. Selain itu, penjual juga harus menjawab semua pertanyaan pelanggan sesegera mungkin.

"Beri tanggapan dengan cepat ketika pelanggan komplain," imbuhnya.

Baca juga: Ini Tata Cara Mendapatkan Kartu Nikah Digital

Adapun Gadis Maharani, sebagai narasumber terakhir menyampaikan keamanan digital berjudul “Pemetaan Bentuk dan Pencegahan Penipuan E-Commerce”.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved