Digitalisasi
Jeli Melihat Peluang Usaha Daring untuk Hasilkan Pundi-pundi Uang
Revolusi industri 4.0 semakin merubah moda produksi barang dari sebelumnya sudah terotomatisasi kini kian terdigitalisasi.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Perkembangan internet dan teknologi informasi membuat banyak peluang usaha tercipta.
Melalui lokapasar (e-commerce) atau sosial media, masyarakat dapat membuka usaha daring.
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan program yang dilaksanakan secara virtual di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara dengan mengangkat tema “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.
Program ini merupakan bagian dari Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.
Baca juga: KAMMI Desak Pemerintah Segera Lakukan Penanganan Terhadap Mahasiswa dan Pelajar Putus Sekolah
Former LinkAja dan Lazada Group Lead Integrator Online, Yusuf Abid dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, kecakapan digital perlu dimiliki masyarakat ketika di era sekarang.
Menurut dia, revolusi industri 4.0 semakin merubah moda produksi barang dari sebelumnya sudah terotomatisasi kini kian terdigitalisasi.
"Karenanya, keterampilan digital menjadi penting untuk dikuasai," ujar Yusuf pada workshop daring yang digelar pada Jumat (6/8/2021).
"Jadi di era digital ini kita harus bisa berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif," imbuhnya
Pendiri E-Pasar SatuPlus, Gusman yang menjelaskan tentang pentingnya penguasaan E-Pasar bagi Para Pelaku UMKM untuk mengatasi persaingan di era digital sekarang ini.
Baca juga: Pengamat Ingatkan Penggunaan Media Digital Jangan Hanya untuk Kepentingan Konsumtif
"Identifikasi target pasar dengan tepat, laman pengenalan produk, branding usaha lewat media sosial, dan pemahaman akan periklanan daring adalah aspek-aspek strategi marketing yang mutlak diperlukan bagi kesuksesan digitalisasi UMKM," imbuhnya
Sebagai pemateri ketiga, Tiara membawakan tema budaya digital bertema “Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Produktif”.
Menurut dia, untuk mengurangi pola pikir konsumtif, biasakan bersyukur, pikir ulang 5-7 kali sebelum membeli barang mahal, tulis prioritas kebutuhan, dan tanamkan pola pikir jangka panjang. Selanjutnya, kembangkan hobi dan bakat, olahraga, jeli melihat peluang, perluas pertemanan, serta menikmati proses menjadi lebih produktif.
Adapun Salahudin, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Masa Pandemi Covid-19”.
Ia mengatakan, tips berinvestasi antara lain lakukan investasi sekarang juga sesuai tujuan, pilih instrumen yang bisa melawan inflasi, lakukan diversifikasi investasi, pilih investasi yang tepat, dan mulailah dengan investasi kecil. “Jangan lupa pastikan pilihan instrumen investasi kita diawasi oleh OJK,” pungkasnya.
Baca juga: Kemenkeu Tambah Lagi 6 Pelaku Usaha Kena Pajak Digital
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/diskusi-virtual-bertajuk-bangkit-dari-pandemi-dengan-literasi-digital.jpg)