Kamis, 23 April 2026

Advertorial

Kalau Ingin Pasangan Puas, Jangan Lakukan 5 Hal Penting Ini Ketika Bercinta

Sebaiknya Anda mengubah pikiran atau anggapan tentang hubungan suami istri yang hanya memberi kenikmatan sesaat.

Editor: Lucky Oktaviano
Dok. Maestrong
Ada banyak dampak positif yang dapat diperoleh pasangan yang rutin bercinta secara teratur. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengubah pikiran atau anggapan tentang hubungan suami istri yang hanya memberi kenikmatan sesaat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Siapa bilang manfaat berhubungan intim sebatas kenikmatan fisik saja.

Faktanya, ada banyak dampak positif yang dapat diperoleh pasangan yang rutin melakukannya secara teratur.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengubah pikiran atau anggapan tentang hubungan suami istri yang hanya memberi kenikmatan sesaat.

Secara singkat, beberapa manfaat yang didapatkan dari rajin berhubungan seksual adalah dapat menjaga kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, membakar kalori, dan mengurangi stres.

Kegunaan lainnya adalah mencegah terjadinya penuaan, membuat tidur lebih nyenyak, menghindari risiko terjadinya kanker prostat, mengurangi kram saat menstruasi, mengencangkan otot tubuh, dan menjaga kesehatan badan.

Namun, di antara yang paling menyenangkan memang sensasi kepuasan saat melakukannya.

Tidak hanya dua fisik yang bersentuhan, melainkan dua jiwa yang serasi seakan menari satu irama.

Untuk itu, diperlukan keseriusan, persiapan, dan performa yang prima agar mencapai puncak kenikmatan. Agar keduanya mencapai orgasme bersama.

Ada beberapa hal yang dilarang dan dianjurkan sebelum melakukan hubungan intim bersama pasangan.

Dan, sebaiknya, Anda fokus pada bagian ini untuk menjaga suasana tetap harmonis. Mari kita bahas beberapa hal yang dilarang terlebih dahulu.

1. Membicarakan mantan

Jangankan di atas ranjang, membahas perkara mantan kekasih di situasi biasa saja bisa sangat mengganggu hubungan.

Umumnya, tidak ada pasangan yang ingin tahu bagaimana masa lalu hubungan asmara pasangannya.

Karena hal ini dapat mengakibatkan keretakan dan kerusakan besar dalam sebuah hubungan.

2. Memaksa pasangan

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved