Senin, 18 Mei 2026

Peringatan Hari Nyamuk Sedunia, Waspada Penyakit Malaria, Zika dan DBD

Peringatan Hari Nyamuk Sedunia, Waspada Penyakit Malaria, Zika dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Berikut Selengkapnya

Tayang:
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diprakarsai oleh Dr Ronald Ross dari Liverpool School of Tropical Medicine sejak 1987, tanggal 20 Agustus diperingati sebagai Hari Nyamuk Sedunia.

Perayaan bermula ketika dokter militer Inggris itu melakukan penelitian tentang penularan malaria yang banyak menimbulkan kematian pada manusia.

Dalam penelitiannya, tepatnya pada 20 Agustus, Ross pun menemukan ookista plasmodium falciparum yang menjadi inti dari penyakit malaria.

Inti itu ditemukan pada bagian dinding nyamuk berjenis Anopheles atau nyamuk yang sering ditemukan di wilayah beriklim tropis, seperti Indonesia.

Sejak itu, Hari Nyamuk Sedunia terus diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan malaria.

Tak hanya itu, kini Hari Nyamuk Sedunia juga terus diperingati sebagai bagian dari upaya kesadaran pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk lainnya, seperti virus zika dan demam berdarah dengue (DBD).

Baca juga: Tak Hanya Untuk Nakes, Pemkot Tangsel Kini Distrihusikan Jenis Vaksin Moderna Untuk Masyarakat Umum

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mencatat, hingga 14 Juni 2021 total kasus DBD di dalam negeri mencapai 16.320 kasus, angka tersebut meningkat drastis sejak 30 Mei lalu dengan catatan 9.903 kasus.

Begitu juga dengan angka kematiannya, hingga 14 Juni lalu diketahui 147 orang meninggal akibat DBD dibanding Mei dengan 98 kasus.

Rumah atau tempat tinggal yang banyak nyamuk bisa mengganggu kenyamanan para penghuninya, terlebih pada keluarga yang memiliki anak-anak.

Gigitan nyamuk bisa membuat keluarga tak nyaman berada di rumah bahkan bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit.

Ada beragam cara untuk dapat mengusir dan menolak nyamuk di rumah dimulai dengan cara sederhana, seperti memasang kelambu atau menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Sedangkan, sejumlah cara alami juga dapat dilakukan, seperti penggunaan herbal dan tanaman pengusir nyamuk.

Baca juga: Level PPKM Diturunkan Jokowi, Kapasitas Penumpang Bisa 70 Persen, tapi PO Bus Telanjur Gulung Tikar

Selain itu, Brand Manager Soffell dan Force Magic, Louis Sumantadiredja mengatakan cara praktis dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan produk yang ampuh usir nyamuk.

Losion yang paling ampuh untuk digunakan dalam mencegah gigitan nyamuk adalah Soffell, salah satu produk Enesis Group dengan keunggulan 100 persen menolak nyamuk dan sejuk.

"Soffell pun sudah terbukti ampuh dan digunakan masyarakat Indonesia, jadi hanya dengan sekali pemakaian atau oles dibagian tubuh yang tidak tertutupi ketika beraktivitas atau tidur, badan bebas gigitan nyamuk semalaman," ungkap Louis dalam siaran tertulis pada Selasa (24/8/2021).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved