Virus Corona
PPNI Minta Pemerintah Lindungi Perawat dari Intimidasi Fisik Maupun Verbal
Akhir-akhir ini banyak kasus intimidasi fisik atau verbal dilakukan oknum terhadap nakes, yang bertugas di rumah sakit maupun faskes lainnya.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah meminta pemerintah memberikan perlindungan dari sisi keamanan, kepada tenaga kesehatan yang bertugas tangani pandemi Covid-19.
Ia mengatakan, akhir-akhir ini banyak kasus intimidasi fisik atau verbal dilakukan oknum terhadap nakes, yang bertugas di rumah sakit maupun faskes lain.
"Selain sisi perlindungan terhadap paparan Covid-19, perlindungan dari sisi keamanan juga perlu."
Baca juga: Densus 88 Duga Teroris JI Ikut Berpolitik, Galang Dana Pakai Kotak Amal dan Tablig Akbar
"Akhir-akhir ini sering muncul kekerasan perawat oleh oknum," ujarnya dalam diskusi virtual MNC Trijaya FM, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya, tugas nakes di masa pandemi ini cukup berat. Rata-rata 1 orang nakes bisa melayani 30 pasien.
Apalagi kini, insentif untuk petugas terdepan ini masih belum kunjung cari 100 persen.
Baca juga: IDI: Jokowi Sangat Baik Gelontorkan Ratusan Triliun untuk Tangani Covid-19, tapi di Bawah Tak Sesuai
"Di samping keterlambatan insentif dan lain sebagainya," imbuh Harif.
Pihaknya berharap, pemerintah segera memberikan respons untuk melindungi nakes dari sisi keamanan.
"Pemerintah ini belum pernah memberikan respons itu sampai hari ini."
Baca juga: Kapolres Metro Jakpus: Sentra Vaksinasi Tidak Efektif, yang Divaksin Banyak Orang Luar Jakarta
"Ada dari tokoh-tokoh politik," paparnya.
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 327.286 orang per 20 Agustus 2021, dan sebanyak 122.633 orang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 19 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 842.647 (21.6%)
JAWA BARAT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/nakes-wisma-atlet-nusantara-flight.jpg)