PPKM

Aplikasi Peduli Lindungi Suka Eror, Pengelola Metmal: Pengunjung Bisa Tunjukkan Sertifikat Vaksin

"Kelihatannya pemerintah harus sadar juga kalau pemberlakuan harus pakai aplikasi peduli lindungi itu bisa terjadi kendala di lapangan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Amran Nukman selaku Pimpinan Unit Metropolitan Mall Bekasi menjelaskan aplikasi peduli lindungi bukan merupakan syarat utama untuk bisa memasuki kawasan perbelanjaan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Aplikasi peduli lindungi bukan merupakan syarat utama untuk bisa memasuki kawasan perbelanjaan.

Pasalnya, terkadang petugas menghadapi kendala eror saat meminta masyarakat untuk memindai barcode melalui ponsel pribadinya.

"Kelihatannya pemerintah harus sadar juga kalau pemberlakuan harus pakai aplikasi itu bisa terjadi kendala di lapangan. Dan yang berhadapan pengelola mal dengan pengunjung kan, bisa berdebat di pintu masuk," kata Amran Nukman, Pimpinan Unit Metropolitan Mall Bekasi saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi Rabu (18/7/2021).

Guna menghindari perdebatan sehingga menimbulkan kerumunan antrean, ia pun memberlakukan bahwa bukti fisik sertifikat vaksinasi berupa kertas maupun kartu bisa jadi opsi pengganti aplikasi peduli lindungi mana kala terjadi eror.

Selain itu, bukti sertifikat digital melalui laman resmi peduli lindungi maupun tangkapan layar juga dimungkinkan dipergunakan dengan mencantumkan KTP sebagai data pembanding.

"Tetapi, bisa juga dengan ada print out kartu vaksin, atau screnshoot bukti sudah vaksin atau keterangan misalnya orangnya divaksin di luar negeri. Keterangan saja dari berwenang kalau dia sudah divaksin. Intinya bagaimana membuktikan kepada sekuriti bawah orang itu sudah divaksin," ujarnya.

Ia pun meminta agar pemerintah juga mengantisipasi kendala tersebut lantaran pihaknya sangat menhindari perdebatan antara petugas dan pengunjung.

Apalagi, hal yang esensial menurut Amran bukan lah ihwal log in melalui aplikasi, melainkan bagaimana masyarakat bisa menunjukkan bukti bahwa dirinya telah divaksin.

"Aturan awal yang saya pahami harga mati ya bahwa harus pakai aplikasi. Tetapi tadi kita buktikan sama-sama bahwa aplikasi, dia punya server jadi kendala. Tadi beberapa jam ada kendala tuh. Kalau ada kendala, kan mal-nya juga tidak bisa tutup, pengunjung datang terus. Maka kemudian jalan keluarnya cara lain-lain di luar aplikasi," tutur Amran. 

Baca juga: Kasus Covid Turun, Penyekatan di Tambun dan Kedungwaringin Dibuka Termasuk Akses Pintu Gerbang Tol

Baca juga: Kasus Covid-19 Semakin Melandai, Rahmat Effendi Susun Roadmap Pembukaan Mal di Bekasi

Baca juga: Gelar Lomba Cerdas Cermat di Ruangan, Panitia 17-an Ingin Anak-anak Kembali Rasakan Suasana Sekolah

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved