Senin, 13 April 2026

Virus Corona

Kasus Covid-19 Turun 18 Persen Secara Nasional, tapi di 5 Provinsi Ini Naik Lebih dari 20%

Dengan catatan BOR yang semakin menurun, diharapkan pasien-pasien dengan gejala berat bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

YouTube@ BNPB Indonesia
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengatakan, testing rate dan positivity rate merupakan indikator yang tidak dapat dipisahkan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Kesehatan melaporkan, kasus konfirmasi positif Covid-19 menurun 18 persen secara nasional, dibandingkan pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Aceh, Gorontalo, dan Bangka Belitung mencatatkan peningkatan kasus lebih dari 20%, dibandingkan pada pekan sebelumnya.

Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat, yang sangat mempengaruhi tren penambahan kasus secara nasional.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melandai, Tempat Tidur Isolasi RS di Jakarta Cuma Terisi 33%, ICU 59 Persen

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengatakan, testing rate dan positivity rate merupakan indikator yang tidak dapat dipisahkan.

"Positivity rate hanya dapat diinterpretasikan jika target tes yang menunjukkan bahwa surveilans adekuat mencapai target minimal 1 orang per 1,000 penduduk per pekan," ujarnya dalam dialog virtual, Jumat (13/8/2021).

Secara nasional, testing rate saat ini adalah 3.53 per 1,000 penduduk per pekan, dengan positivity rate mingguan sebesar 23.6%, walau tren positivity rate terus menurun di awal Juli 30.1%, dan saat ini menurun hingga 22.5%.

Baca juga: JADWAL Lengkap Sidang Tahunan 2021, Cuma 60 Orang yang Boleh Hadir Langsung

Dia menjelaskan, beberapa provinsi yang menunjukkan penurunan kasus harian, juga menunjukkan penurunan signifikan terhadap jumlah pasien yang masuk rumah sakit.

"Sekitar 90% kasus ada di masyarakat dan menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat."

"Sehingga diharapkan tidak ada kasus yang terlambat rujuk karena ketidaktahuan terkait tanda-tanda bahaya," tuturnya.

Baca juga: PAN: Pandemi Covid-19 Situasi yang Sangat Sulit Bagi Siapapun yang Memerintah

Apalagi, lanjutnya, dengan catatan BOR yang semakin menurun, diharapkan pasien-pasien dengan gejala berat bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dokter Nadia mengingatkan, pasien yang dapat menjalani isolasi mandiri hanya yang tidak bergejala atau memiliki gejala ringan tanpa sesak.

Penurunan kasus dan penurunan jumlah orang yang masuk rumah sakit adalah tanda yang positif, di mana tekanan dan beban kepada rumah sakit semakin berkurang.

Baca juga: LOWONGAN Calon Imam Masjid di Uni Emirat Arab Kembali Dibuka, Seleksi Daring pada 25-27 Agustus 2021

“Kita berharap segala upaya yang sudah kita lakukan melalui kegiatan testing, lacak, dan isolasi, vaksinasi, dan peningkatan kepatuhan terhadap protokol terus kita pertahankan dan tingkatkan,” papar Nadia.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 400.129 orang per 13 Agustus 2021, dan sebanyak 115.096 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 13 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved