Selasa, 9 Juni 2026

Virus Corona Jabodetabek

116 Warga Tangerang Selatan Jadi Pasien Baru Covid-19 pada 14 Agustus 2021

Pada 13 Agustus 2021, kapasitas BOR ICU di seluruh rumah sakit Kota Tangsel terpakai 67 persen.

Tayang:
Warta Kota/Rizki Amana
Ruang rawat khusus pasien Covid-19 bergejala sedang ke berat di RSU Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE, PAMULANG - Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah 116 orang, Sabtu (14/8/2021).

Laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id mencatat, hari ini pasien sembuh sebanyak 150 orang, yang dirawat berkurang sebanyak 36 orang, dan meninggal sebanyak 2 orang.

Dari data tersebut tercatat, kasus keseluruhan konfirmasi positif sebanyak 28.987 orang sejak pandemi Covid-19 melanda.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melandai, Tempat Tidur Isolasi RS di Jakarta Cuma Terisi 33%, ICU 59 Persen

Rinciannya, 26.547 orang sembuh, 1.734 orang dirawat, dan 706 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, peningkatan kasus juga mempengaruhi ketersediaan tempat tidur ICU dan isolasi atau bed occupancy rate (BOR) khusus penanganan Covid-19.

Pada 13 Agustus 2021, kapasitas BOR ICU di seluruh rumah sakit Kota Tangsel terpakai 67 persen.

Baca juga: JADWAL Lengkap Sidang Tahunan 2021, Cuma 60 Orang yang Boleh Hadir Langsung

"Sedangkan ketersediaan BOR khusus isolasi pasien infeksi Covid-19 sebanyak 44 persen," katanya di bilangan Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (14/8/2021).

Allin menjelaskan, saat ini hanya tersisa 26 tempat tidur pada ICU, dari total 78 unit yang tersedia khusus penanganan infeksi Covid-19.

Menurutnya, data tersebut didapat dari 22 rumah sakit rujukan infeksi Covid-19 di wilayah kerjanya.

Baca juga: PAN: Pandemi Covid-19 Situasi yang Sangat Sulit Bagi Siapapun yang Memerintah

"Pasti sudah ada waiting list yang langsung isi untuk ICU."

"Sedangkan untuk tempat tidur isolasi tersedia 647, dan yang sudah terpakai sebanyak 287, tersisa 360 tempat tidur," bebernya.

Allin mengatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 berhasil menekan kasus aktif infeksi Covid-19.

Baca juga: LOWONGAN Calon Imam Masjid di Uni Emirat Arab Kembali Dibuka, Seleksi Daring pada 25-27 Agustus 2021

Allin menjelaskan, penurunan kasus infeksi Covid-19 dinilai dari keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi maupun ICU khusus pasien infeksi Covid-19.

Ia menuturkan, penurunan BOR ICU dan isolasi terus terlihat sejak masa PPKM level 4 diterapkan pihak otoritas Kota Tangsel.

Hasil itu didapat pihaknya dengan perbandingan tingkat keterisian tempat tidur pada sejumlah fasilitas pelayanan dan kesehatan (fasyankes), sebelum PPKM level 4 diterapkan.

Baca juga: Ini Delapan Perwira Calon Komandan Upacara HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, 4 Orang Bakal Dipilih

"PPKM level 4 diterapkan ini salah satu imbasnya tempat tidur keterisiannya jadi menurun," terangnya.

Selain itu, indikator menurunnya kasus juga akibat kepatuhan masyarakat pada kebijakan PPKM level 4 yang diberlakukan.

Serta, antusias masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 massal yang gencar dilakukan.

Baca juga: Wacana Presiden 3 Periode, PKB: Kalau 2024 Pandemi Masih Berlangsung, Politisi Harus Cari Jalan

"Jadi paling tidak kalau orang kena (terpapar Covid-19), karena vaksin itu juga tidak 100 persen melindungi, tapi kenanya pun tidak akan ke kasus yang langsung berat."

"Jadi ini adalah keterkaitan antara kita melakukan vaksinasi, kemudian PPKM level 4 diberlakukan dengan ketat, dan masyarakat mengikuti hal-hal yang harus dilakukan," urainya.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 400.129 orang per 13 Agustus 2021, dan sebanyak 115.096 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 13 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 836.692 (22.2%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 648.622 (17.2%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 434.195 (11.5%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 348.902 (9.2%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 136.844 (3.6%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 134.492 (3.6%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 122.933 (3.3%)

RIAU

Jumlah Kasus: 111.698 (3.0%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 94.848 (2.5%)

BALI

Jumlah Kasus: 91.251 (2.4%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 80.123 (2.1%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 77.427 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 56.408 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 53.503 (1.4%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 51.152 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 49.312 (1.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 41.109 (1.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 40.423 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 38.491 (1.0%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 32.499 (0.9%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 30.316 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 29.536 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 28.744 (0.8%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 26.904 (0.7%)

ACEH

Jumlah Kasus: 26.315 (0.7%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 23.894 (0.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 22.436 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 21.212 (0.6%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 20.822 (0.6%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 18.243 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 13.979 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 11.034 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 9.977 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 9.840 (0.3%). (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved