Sabtu, 25 April 2026

Olimpiade Tokyo 2020

Menpora Zainudin Amali Minta Windy Cantika Bersiap Hadapi Olimpiade Paris 2024 dan Los Angeles 2028

Lifter muda Indonesia, Windy Cantika Aisah, meraih medali perunggu di nomor 49 kg di Olimpiade Tokyo 2020.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Kemenpora.go.id
Menpora Zainudin Amali. 

Oleh karena itu, dalam DBON yang kini tinggal menunggu Perpres, cabang olahraga (cabor) potensial bakal ditempatkan dalam satu area training center yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR.

"Jadi kami dorong mereka dan dalam DBON ada cabang olahraga unggulan yang kami tempatkan dalam training center sekarang ini akan dibangun, tapi bukan kami yang bangun. Di situ tempatnya lengkap kalau sekarang kan Pelatnas-Pelatnas terpisah, nah di sana ada tempat menginap atlet, pelatih. Kebetulan kami punya tempat di Cibubur, RSON akan kita ubah menjadi pusat sport science,” kata Zainudin.

“Kita ikuti negara-negara yang sudah maju olahraganya di situ ada psikologinya, kemudian atlet yang sekolah kami perhatikan apa kebutuhan mereka sehingga mereka tetap fokus latihan,” ujar Zainudin.

“jadi mulai dari fisik, taktik, strategi dan mental itu semua akan kami lengkapi. Intinya itu dibentuk supaya mereka siap secara fisik dan mental,” jelas Zainudin.

Politikus asal Golkar itu menerangkan bahwa pihaknya sudah sempat menjelaskan ke depan bahwa Olimpiade bakal jadi sasaran utama prestasi olahraga Indonesia.

Guna memberikan prestasi maksimal di ajang empat tahunan itu, Zainudin menekankan faktor mental sangat penting dan hal itu terlihat sekali saat atlet Indonesia tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.

"Satu catatan di Olimpiade Tokyo pengaruh mental luar bisa, karena Olimpiade ini berbeda dengan kejuaraan-kejuaraan lainnya. Mungkin kalau kejuaraan lainnya pada cabor tertentu pertandingan hari ini kalah, bulan depan bisa ketemu dan bisa balas kekalahan, jadi mental tidak berat," tutur Zainudin.

“Tapi kalau Olimpiade baru bisa ketemu empat tahun lagi itupun kalau bisa bertanding, dan lolos kualifikasi. Jadi tekanan di olimpiade tekanan secara mental jauh lebih berat dan besar ketimbang kejuaraan lainnya,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved