Senin, 27 April 2026

Kapok Sudah Evi Bekerja di Luar Negeri, Batal Berangkat ke Irak karena Diamankan BP2MI

Evi mengaku kapok bekerja di luar negeri setelah ditangkap aparat BP2MI saat akan keberangkat ke Irak.

Penulis: Miftahul Munir |
Wartakotalive/Miftahul Munir
Petugas Badan Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia (BP2MI) menyelamatkan tujuh wanita yang jadi korban pedagangan manusia ke Irak, Rabu (11/8/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Evi korban pedagangan manusia mengaku tidak tahu diajak bekerja di negara yang dilanda konflik di Timur Tengah, yaitu Irak.

Ia hanya ingin bekerja dan mendapatkan uang untuk kebutuhan anak dan keluarganya.

Evi mengatakan, sejak 15 tahun lalu dirinya sudah biasa bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Negara orang lain.

Baca juga: Banyak Tenaga Kerja Asing Balik ke Negaranya Imbas Pandemi, Perolehan IMTA Kabupaten Bekasi Merosot

Terakhir ia bekerja sebagai ART di Saudi Arabia dan baru sekira dua tahun lalu ia kembali ke Indonesia.

"Iya kata dibilang aman, saya enggak tahu kalau enggak resmi," kata dia Rabu (11/8/2021) malam.

Evi juga mendapatkan uang dari orang yang mengajaknya bekerja ke Irak.

Baca juga: Alumni Universitas Binawan Jakarta berbagi Pengalaman Kerja di Luar Negeri

Kemudian selama dipenampungan biaya makan, tempat tinggal ditanggung calo.

"Saya kapoklah sekarang, sudah enggak mau keluar Negeri lagi," ujar Evi.

Evi menambahkan, di penampungan TKI ilegal itu masih banyak orang yang akan diberangkatkan.

Baca juga: Pemerintah Akhirnya Larang Tenaga Kerja Asing Masuk Indonesia, Diterapkan Mulai 23 Juli 2021

Namun kata Evi, setelah didatangi petugas BP2MI tempat penampungannya sudah kosong.

"Saya dijanjikan gaji 300 US Dollar," tutur dia.

Sebelumnya, Badan Perlindungan Pekerja Migrasi Indonesia (BP2MI) menyelamatkan tujuh wanita yang jadi korban pedagangan manusia ke Irak.

Tujuh wanita ini diamankan saat berada di tempat penampungan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: 7 Wanita ini Nyaris Jadi Korban Perdagangan Manusia di Timur Tengah untuk Jadi PSK

Rencananya, tujuh orang ini berangkat ke negara tujuan pada Kamis (12/8/2021) besok.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, tujuh orang ini dari kota berbeda seperti Sukabumi, Indramayu, karawang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved