Virus Corona Tangsel
Update Kasus Infeksi Covid-19 di Kota Tangsel, 907 Orang Sembuh pada 9 Agustus 2021
Kasus infeksi covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih masif terjadi. Namun, angka kesembuhan juga tinggi.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kasus infeksi covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih masif terjadi.
Dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id mencatat tambahan kasus konfirmasi positif infeksi covid-19 pada 9 Agustus 2021 sebanyak 105 orang, sembuh 907 orang, dirawat berkurang 805 orang, dan meninggal tiga orang.
Baca juga: Milenial Kini Makin Mudah Punya Mobil, Simak Keunggulan Terobosan Mandiri Utama Finance Ini
Dari data tersebut tercatat kasus keseluruhan konfirmasi positif sebanyak 28.229 orang sejak pandemi covid-19 melanda dengan rincian 23.277 orang sembuh, 4.262 orang dirawat, 690 meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan peningkatan kasus juga mempengaruhi ketersediaan tempat tidur ICU dan isolasi atau bed occupancy rate (BOR) khusus penanganan covid-19.
Data terakhir pada tanggal 8 Agustus 2021 kapasitas BOR ICU di seluruh rumah sakit Kota Tangsel tercatat telah terpakai sebanyak 83 persen.
"Sedangkan, ketersediaan BOR khusus isolasi pasien infeksi covid-19 sebanyak 54 persen," ungkapnya melalui pesan singkat.
Allin menjelaskan saat ini tercatat hanya tersisa 13 tempat tidur pada ICU dari 78 kapasitasnya yang tersedia khusus penanganan infeksi covid-19.
Menurutnya, data tersebut didapat dari 22 rumah sakit rujukan infeksi covid-19 yang ada di wilayah kerjanya.
Baca juga: Banyak Warga Belum Tahu RSUD Kota Tangerang Mulai Beroperasi untuk Pasien Umum
"Pasti sudah ada waiting list yang langsung isi untuk ICU, sedangkan untuk tempat tidur isolasi tersedia 680 dan yang sudah terpakai sebanyak 366, hanya sisa 314 tempat tidur," pungkasnya.
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi ancaman yang masih perlu diperhatikan, pemerintah juga saat ini tengah mengeber pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd Immunity.
Suci Halim (40), Dokter Poli Umum Puskesmas Pondok Ranji, mengungkapkan kegiatan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas ini sudah berjalan semenjak Januari 2021.
Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Pondok Ranji dalam seminggu menyelenggarakan tiga kali kegiatan vaksinasi Covid-19, yang dilaksanakan pada hari Senin, Rabu dan Sabtu.
Baca juga: Ini Sumber Nutrisi Paling Banyak Dicari di Masa Pandemi, Banyak Manfaatnya
"Vaksinasi di puskesmas Pondok Ranji biasanya kita jadwalkan 3 kali dalam seminggu, ada Senen Rabu dan Sabtu," Ungkapnya di Puskesmas Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (9/8/2021)
Cara mendaftarkan vaksinasi di puskesmas pondok Ranji ini menggunakan aplikasi Halo doc yang diklaim kuotanya tak terbatas.
Untuk masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama dan mau mengikuti dosis kedua, bisa langsung mendatangi puskesmas.
Jumlah yang telah di vaksinasi hari ini belum tertulis, namun ia mengklaim tiap hari-hari yang diselenggarakan Vaksinasi, jumlah dosis yang diberikan kepada masyarakat sebanyak 200 Sampai 300 orang yang mendapat vaksin.
"Yang datang biasanya kira-kira, bukan hari ini saja biasanya kurang lebih 200 sampai 300 peserta, itu dua dosis ya dosis satu sampe dosis dua," jelasnya.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Ketiga Untuk Tenaga Kesehatan di Jakarta Timur Diberikan Secara Bertahap
Pada saat Januari 2021 lalu puskesmas memberikan vaksinasi ditargetkan untuk Tenaga Kesehatan, saat itu Nakes menjadi prioritas terlebih dahulu karena memang bekerja di garda terdepan penanganan virus Covid-19.
Puskesmas Pondok Ranji saat itu diberikan tugas untuk memvaksinasi nakes-nakes yang bekerja di wilayah Pondok Ranji.
Pada bulan kedua pemberian vaksinasi di bulan Maret, vaksinasi Covid-19 diberika. Kepada lansia dan juga pelayan publik.
Lalu di bulan ketiga pada bulan Junj diberikan kepada masyarakat yang sangat rentan terkena Covid-19 yaitu warga yang berusia 50 tahun ke atas.
Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada anak sekolah yang berusia 12 tahun sampai 17 tahun.
Sesuai dari data yang didapatkan pihak puskesmas dari Dukcapil ia mengklaim warga yang belum divaksinasi Covid-19 sebanyak 17.000 orang.
"Sesuai dari data yang kami dapatkan, dari dukcapil yang memang itu sekitar saya taunya sekitar 17.000 yang belum kita vaksin," jelasnya.
Baca juga: PPKM Lanjut Atau Tidak? Mantan Direktur WHO: Kasus Kematian Naik 3 Kali Lipat
Saat ini pihak puskesmas telah membuat strategi untuk mencapai target vaksinasi, pada hari Selasa, Kamis dan Jumat pihaknya melakukan vaksinasi juga di kelurahan setempat.
Pihaknya akan turun lapangan untuk melihat data melalui RT juga RW guna untuk menjaring semua sasaran yang belum tercapai sampai saat ini.
Awalnya pihak puskesmas hanya menerima vaksinasi Covid-19 khusus warga yang berdomisili di Pondok Ranji, namun saat ini seluruh warga yang berdomisili bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Pondok Ranji.
Vaksinasi hari ini memakai jenis vaksin Sinovac, yang bisa mengikuti vaksinasi hari ini berusia 18 tahun hingga lansia, namun untuk sekarang walaupun vaksinasi untuk pelajar sudah ada, tetapi saat ini di Puskesmas Pondok Ranji belum dapat memberikan vaksin untuk pelajar. (M23/M30)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-dalam-animasi1.jpg)