Virus Corona

PPKM Lanjut Atau Tidak? Mantan Direktur WHO: Kasus Kematian Naik 3 Kali Lipat

Nasib pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bakal diputuskan malam ini.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews
Eks Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama memaparkan sejumlah hal yang harus menjadi pertimbangan pemerintah, sebelum memutuskan melanjutkan atau menghentikan PPKM. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Nasib pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bakal diputuskan malam ini.

Eks Direktur Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama memaparkan sejumlah hal yang harus menjadi pertimbangan pemerintah, sebelum memutuskan melanjutkan atau menghentikan PPKM.

Ia pun menyoroti angka kasus kematian harian yang mencapai 1.500 orang.

Baca juga: Rizieq Shihab Bebas Hari Ini, Kuasa Hukum Tak Menjemput karena Masih Ada Satu Kasus Belum Inkrah

Sementara, di awal PPKM darurat hanya 491 kasus kematian.

"Jadi kasus kematian akhir-akhir ini naik 3 kali lipat," ujarnya dalam pesan tertulis, Senin (9/8/2021).

Kemudian, angka positivity rate sekitar 25 persen, atau 5 kali dari batas WHO yang hanya 5 persen, serta sekitar 10 kali positivity rate India, yaitu sekitar 2,7 persen.

Baca juga: Nama Harun Masiku Tak Muncul di Laman Interpol, KPK: Harus Ada Permintaan dari Negara Lain

"Di kota-kota besar Jawa-Bali, angka ketersediaan tempat tidur turun dan IGD tidak penuh lagi."

"Serta data kasus baru di beberapa daerah Jawa sudah menurun, sesudah PPKM diberlakukan," tuturnya.

Tjandra menjelaskan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi jika pemerintah ingin melonggarkan PPKM.

Baca juga: Wamendag Usul Masyarakat yang Divaksin Covid-19 Dapat Diskon Belanja Online, 4 Raksasa Ini Setuju

Adapun syarat itu terkait data yang lengkap dan rinci per kabupaten/kota tentang dua aspek, yaitu community transmission dan aspek respons kesehatan masyarakat.

"Harus evaluasi dan monitor secara ketat, dan dilakukan penyesuaian bila diperlukan," imbuh Prof Tjandra.

Pelonggaran suatu daerah harus mempertimbangkan daerah yang berbatasan langsung.

Baca juga: Peretas Situs Setkab Dua Remaja Sumatera Barat, Sudah Bobol 650 Website Dalam dan Luar Negeri

Serta, memperkuat pembatasan sosial, tes, dan tracing, dan vaksinasi juga harus mencapai target.

"Upaya maksimal untuk menurunkan angka kematian."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved