Permintaan Isi Ulang Oksigen Mulai Sepi, Pemilik Usaha Turunkan Harga Hingga Dua Kali Lipat

Sebelumnya, Arima Gas Oxygen bisa menghabiskan 25 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik hanya dalam waktu dua jam.

Penulis: resign | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com
Suasana gerai pengisian ulang tabung oksigen di Arima Gas Oxygen Jakarta Pusat, pada Minggu (8/8/2021), siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Harga isi ulang oksigen medis mengalami penurunan seiring dengan menyusutnya jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta.

Penurunan permintaan isi ulang oksigen medis diakui Deden, pegawai tenpat usaha isi ulang oksigen, Arima Gas Oxygen.

Menurut Deden, Arima Gas Oxygen yang terletak di Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat, telah menurunkan harga isi ulang pada tiap-tiap ukuran tabung.

“Awal Juli kita jual Rp 40.000 untik ukuran tabung 1 meter kubik. Sekarang kita jual Rp 25.000. Untuk isi ulang ukuran tabung 6 meter kubik, pada awal Juli kita jual Rp 130.000, sekarang hanya Rp 65.000. Selisih dua kali lipat,” kata Deden, Minggu (8/8/2021).

Lebih lanjut, kata Deden, selain penurunan harga, dampak kasus Covid-19 yang terus meyusut di wilayah DKI Jakarta juga berpengaruh pada penurunan jumlah permintaan.

Baca juga: Benarkan Puasa dan Baca Ayat Kursi 360x Jelang Tahun Baru Islam Pahalanya Seperti Ibadah 50 Tahun?

Baca juga: Nora Bingung dan Mohon Doa Usai Jerinx Kembali Jadi Tersangka

Sebelumnya, Arima Gas Oxygen bisa menghabiskan 25 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik hanya dalam waktu dua jam.

Namun, belakangan ini Arima Gas Oxyen hanya bisa menghabiskan 10 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik setiap harinya. Karena permintaan yang menurun, jam operasional Arima Gas Oxygen kembali pada jadwal semula.

“Untuk jam operasional kita kembali normal. Buka Pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB dan menghabiskan 10 tabung sehari,” jelas Deden.

Stok oksigen di Arima Gas Axygen saat ini terbilang aman. Untuk ukuran tabung 7 meter kubik saja, gerai ini memiliki 50 tabung.

Deden pun mengaku, walau jumlah permintaan menurun, para pembeli yang datang masih cukup banyak namun tidak menimbulkan antrean panjang.

Baca juga: Lionel Messi Menangis Saat Umumkan Kepindahan Dirinya

Baca juga: Peringatan 1 Suro 2021, Sebanyak 12 Pusaka di Museum Pusaka TMII Bakal Dijamas

“Kalau awal-awal Juli paling parah. Sampai ngantre panjang. Selang dua minggu kemudian sudah mulai menurun,” ucap Deden.

Deden pun menyebut, komsumen yang meminta isi ulang tabung oksigen ukuran 1 meter kubik sudah jarang. Saat ini, para konsumen lebih banyak menggunakan tabung ukuran 6 meter kubik.

“Ukuran 1 meter kubik karena dia portable, bisa dibawa kemana-mana. Kalau untuk pemakaiannya, mungkin agak lebih cepat. Jadi rata-rata sekarang yang isi ulang itu ukuran 6 meter kubik yang bisa tahan selama dua hari. Kalau 1 meter kubik itu kan cukup cepat habis,” ujar Deden.

Hal yang sama juga dirasakan gerai Budhi Gas yang juga berada di kawasan Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat. Salah satu pegawai di gerai Budhi Gas, mengaku permintaan isi ulang oksigen mengalami penurunan. “Sudah sepi, tidak seramai dulu. Paling sehari datang beberapa orang saja,” ujarnya Minggu (8/8).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved