Senin, 18 Mei 2026

Berita Jakarta

Peringatan 1 Suro 2021, Sebanyak 12 Pusaka di Museum Pusaka TMII Bakal Dijamas

Kepala Museum Pusaka, TMII, Rian Mandar mengatakan tradisi jamas pusaka merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilakukan saat peringatan 1 Suro

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Tribunnews.com
Sebanyak 12 pusaka yang berada di Museum Pusaka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dijamas saat peringatan 1 Suro 2021 atau 1 Muharam 1443 hijrah. (foto ilustrasi) 

WARTAKOTALIVE.COM,CIPAYUNG --- Sebanyak 12 pusaka yang berada di Museum Pusaka, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan dijamas saat peringatan 1 Suro 2021 atau 1 Muharam 1443 hijrah.

Tradisi jamas pusaka ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia.

Kepala Museum Pusaka, TMII, Rian Mandar mengatakan tradisi jamas pusaka merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang dilakukan saat peringatan 1 Suro, dimana hal ini merupakan simbol sejarah dan  budaya yang perlu dilestarikan.

"Nanti kegiatan jamas pusaka ini akan kita laksanakan pada tanggal 10 Agustus 2021. Namun karena kondisi pandemi kegiatan jamas pusaka hanya dihadiri pihak internal dan dilakukan secara tertutup," kata Rian Mandar, Minggu (8/8/2021).

Meskipun ritual jamas pusaka dilakukan secara tertutup, namun masyarakat masih dapat menyaksikan prosesi jamas pusaka ini.

Karena pihak Museum Pusaka TMII akan menyiarkan secara langsung prosesi jamas pusaka melalui media sosial.

Masyarakat yang akan menyaksikan prosesi ritual jamas pusaka ini bisa menyaksikannya melalui akun Instagram Museum Pusaka di @Museumpusaka pada Selasa 10 Agustus 2021 pukul 12.00-14.00 WIB.

"Karena masih pandemi jadi nanti kita siarkan secara live di Instagram. Rekaman juga nanti kita tayangkan di Youtube," kata Rian.

Diungkapkan Rian, prosesi jamasan pusaka adalah sebuah tradisi masyarakat Jawa yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya.

Prosesi jamas pusaka memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat Jawa, dimana ini merupakan momentum untuk menghargai pusaka peninggalan leluhur, dengan cara menyucikan kembali pusaka.

Proses ini juga memiliki arti keterikatan antara pemilik sekarang dengan pemilik sebelumnya dengan cara membersihkan dan mengirimkan doa.

Karena pusaka ini berada di museum nantinya dalam prosesi jamas pusaka juga akan dijelaskan mengenai sejarah dari pusaka tersebut.

"Kegiatan jamas dimulai dengan pembacaan doa dan potong tumpeng, kemudian akan diceritakan sejarah Jamasan dan juga tentang pusaka-pusaka yang akan dijamas," katanya.

Selain itu, tradisi jamas pusaka memiliki pesan bermakna yaitu merawat pusaka dengan ilmu preservasi tradisional sehingga pusaka awet secara fisik.

Tradisi ini juga merupakan bentuk komunikasi antar generasi, pusaka dihadirkan kembali untuk dilihat dan diketahui sejarahnya kepada masyarakat luas.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved