VIDEO Keluhan Pedagang Pasar Omzet Menurun Karena Terdampak Pandemi Covid-19
Menurunnya omzet, dikarenakan warga yang berkunjung ke pasar juga semakin berkurang sejak diberlakukannya imbauan berdiam diri di rumah.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Murtopo
Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Barat - Pedang pasar ikut terdampak akibat pandemi Covid-19. Hampir semua pedagang mengeluhkan omsetnya menurun.
Seperti yang diungkapkan sejumlah pedagang di Pasar Kranji Baru Kota Bekasi.
Meski usianya sudah tidak muda lagi, Pohan tetap semangat untuk berjualan buah-buahan di Pasar Kranji Baru Kota Bekasi.
Ia mengatakan bahwa dirinya baru saja sembuh dari sakit, namun dikarenakan tuntutan hidup ia berusaha bangkit kembali meski saat pandemi ini sepi pembeli.
Kata perempuan berusia 52 tahun ini, saat pandemi omzet dari berdagang buah mengalami penurunan.
Baca juga: Ciptakan Kekebalan Komunal, Disperindag Kota Bekasi Gelar Vaksinasi Covid-19 Khusus Pedagang Pasar
Baca juga: VIDEO Pedagang Sayur di Pasar Ciputat Mengeluh Tak Ada Pendapatan Sama Sekali
Baca juga: Tak Tersentuh Vaksinasi, Pedagang Pasar Ini Ingin Segera Divaksin Covid-19 Agar Berjualan Lebih Aman
"Ya, biasa Omzet 5 juta kini ya normalnya dapat 3 juta itu sudah paling lumayan," ungkapnya.
Menurunnya omzet, dikarenakan warga yang berkunjung ke pasar juga semakin berkurang sejak diberlakukannya imbauan berdiam diri di rumah.
"Sepi pembeli ya, soalnya kan sekarang ada himbauan berdiam di rumah, keluar rumah juga jika pentingnya saja," ucapnya.
Baca juga: Pasar Rakyat Diizinkan Buka Saat PPKM Level 4 Tapi Dengan Syarat Ini
Baca juga: Pedagang Sayuran di Pasar Ciputat Mengeluh, Pendapatan Menurun Imbas Pengunjung yang Makin Sepi
Lanjutnya, ia juga berharap agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan keadaan bisa pulih kembali.
Sementara itu, di sisi lain Herman pedagang sayur juga mengeluhkan adanya pandemi Covid-19 dan khususnya saat penerapan PPKM Level 4 ini omzet berjualan sayurnya menurun, biasa dalam sehari mencapai Rp5 juta kini paling banyak sebesar Rp3 juta.
"Ya, biasa sehari itu bisa Rp5 juta, sekarang Rp3 juta sudah paling banyak, ramainya juga pagi aja ini sekarang," ungkapnya.(m27)