Warta Pendidikan
Antisipasi Bonus Demografi, Kemendikbud dan Dyandra Tingkatkan Minat Wirausaha Siswa SMK
Pemerintah mendukung penciptaan manusia unggul khususnya pada pendidikan kejuruan atau vokasi salah satunya melalui program SMK Pusat Keunggulan
“Kalau dulu di SMK siswa dididik untuk bekerja di industri, saat ini ada tambahan pelajaran untuk menjalankan bisnis. Jadi siswa nantinya tidak hanya bekerja di industri tetapi juga percaya diri untuk menjalankan bisnis sendiri," ujar ucap Drs. Bejo, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Brebes melalui keterangan pers, Jumat (6/8/2021)
SMKN 1 Brebes khususnya kompetensi keahlian tata busana bekerja sama dengan industri diantaranya Studio F+ Semarang dimana guru diberi pelatihan tentang desain busana mulai dari pemilihan bahan, pembuatan motif secara digital. Sehingga dalam kurikulum ini sekolah tidak hanya menyiapkan tenaga siap kerja namun juga mampu berfikir kreatif untuk melihat peluang bisnis yang ada,” imbuhnya
SMK sebagai lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan keahlian atau keterampilan terapan tertentu menjadi pemegang kunci dalam membekali anak bangsa kita untuk bersaing secara global di masa depan.
Strategi pembangunan pendidikan kejuruan perlu dirancang untuk memanfaatkan momentum bonus demografi nantinya. Saat ini kemahiran pendidikan kejuruan telah berubah orientasinya menjadi demand-driven dimana peserta didik disiapkan untuk kompeten dari sisi hard skill, soft skill maupun karakter.
Pemerintah menargetkan pembangunan SMK Pusat Keunggulan (Center of Excellence) mampu menjadi pusat training dan memiliki otorisasi untuk mensertifikasi guru atau siswa.
Di tahun 2020, SMK N Matesih yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah juga ditetapkan sebagai Center of Excellence pada kompetensi keahlian multimedia.
Pada tahap awalnya pemerintah mengembangkan sarana fisik SMK dalam bentuk pembangunan laboratorium, pengadaan alat praktek berstandar industri hingga menghadirkan fasilitas laboratorium berstandar industri dan dunia kerja.
Untuk mencapai target seperti yang diinginkan sebuah SMK sebagai Center of Excellence, maka pengembangan dilanjutkan dengan melakukan kerjasama dengan pihak IDUKA (Industri dan Dunia Kerja).
Dalam hal ini SMK N Matesih bekerjasama dengan PT EDUCA Sosfomedia Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan konten digital baik berupa aplikasi, games, dan animasi.
Beberapa program kerjasama dengan IDUKA adalah dalam hal sinkronisasi kurikulum, magang guru, magang siswa, guru tamu, kelas industri, penyaluran lulusan hingga sertifikasi kompetensi.
Salah satu tahapan untuk mewujudkan modal manusia berkualitas dan memanfaatkan bonus demografi adalah dengan meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia. Dalam hal ini SMK berperan penting sebagai pencetak sumber daya manusia dengan usia kerja produktif.
“Dalam menghadapi fenomena bonus demografi kami melatih para siswa agar memiliki pola berpikir, wawasan dan kreatifitas yang tinggi. Melalui prospek kerja pada kompetensi keahlian multimedia seperti web designer, animator, fotografer, editor video siswa ditanamkan kesadaran serta kepekaan sosial sehingga ketika lulus mereka dapat siap terjun di dunia kerja," ucap Anita Iskhayati, Kepala Program Multimedia SMKN Matesih.
Disisi lain mereka juga dapat membuka usaha sendiri sesuai kemampuan dan keterampilan masing-masing, menciptakan lapangan kerja baru untuk ikut andil membantu pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi.”
Untuk memetik keuntungan bonus demografi tentu diperlukan pembangunan sumber daya manusia berkualitas sehingga kualitas tenaga pendidik dan guru pun perlu ditingkatkan.
Dalam hal kebijakan strategis untuk sekolah kejuruan, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia bekerja sama dengan Dyandra Academy (PT Dyandra Promosindo) menghadirkan Digital Marketing Development Program dalam hal ini untuk pengembangan kemampuan praktis guru dan tenaga pendidik SMK di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya pada tanggal 14 – 25 Juni 2021.