Berita Nasional

Dipuji Setinggi Langit oleh Denny Siregar Cs, Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio cuma Prank

Selain memuji Akifi Tio,  Denny juga sempat menyindir penggalangan dana Palestina yang sering dilakukan oleh warga Indonesia.

Editor: Feryanto Hadi
TribunNewsmaker.com/ Courtessy: Metro TV
Denny Siregar 

Denny menyebut, seremonial sederhana di depan media bukan untuk semata pamer.

“Saya rasa gak. Itu hanya supaya masyarakat tahu jumlah sumbangan yang diberikan supaya tidak dikorupsi kalau diserahkan diam-diam,” ucap Denny.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Korupsi Bansos Sebagai Musibah, Gus Umar: Apa Mahfud Nggak Paham Arti Musibah?

“Kalau mau sombong, seharusnya keluarga Akidi Tio pamer mobil mewah seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang ‘mengaku’ kaya dan butuh pengakuan dari orang lain kalau dia kaya,” kata Denny.

“Bedanya, almarhum Bapak Akidi Tio itu bahkan saya searching namanya di Google itu gak ada berita tentang beliau. Saya hanya tahu kalau beliau adalah pengusaha sukses asal Aceh. Selebihnya sama sekali gak ada pemberitaan tentang dirinya,” jelas Denny.

Itu menunjukkan bahwa Akidi Tio sangat humble, tidak ingin diketahui orang banyak, apalagi memamerkan harta bendanya ke publik yang mengakibatkan kecemburuan sosial semakin besar.

“Yang saya kagum lagi meski terlihat dari foto almarhum bahwa beliau beretnis Tionghoa tetapi rasa cintanya kepada Indonesia sungguh luar biasa,” bebernya.

“Almarhum bisa saja mengembangkan dananya ke luar negeri, tempat kelahiran nenek moyangnya. Tapi enggak. Dia malah menyumbangkan harta yang besar itu untuk membantu pemerintah Indonesia yang sedang kewalahan menghadapi pandemi ini,” tambah Denny.

Menurut Denny, sebenarnya banyak sekali etnis Tionghoa di Indonesia ini yang menyumbangkan hartanya di saat ada musibah.

Ia mengatakan, ada gabungan pengusaha peduli NKRI yang menggalang dana sampai total Rp600 miliar rupiah untuk berbagi kepada mereka yang terdampak secara ekonomi di saat pandemi.

“Mengagumkan. Saya harus tepuk tangan untuk mereka. Dengan tidak ada niatan untuk membanding-bandingkan total jumlah sumbangan,” ujar Denny.

Di sisi lain, Denny juga sempat menyindir penggalangan dana Palestina yang sering dilakukan oleh warga Indonesia.

“Saya sendiri masih sedih ketika banyak orang yang mengaku dirinya pribumi, beragama muslim, masih sibuk mengumpulkan donasi bukan untuk saudaranya sendiri tapi malah buat orang luar negeri,” sindir Denny.

“Dan narasinya itu loh, masih agama, seolah-olah yang berhak dapat bantuan harus satu agama dan itu mereka banggakan pula,” bebernya.

“Kenapa kemanusiaan itu harus ada agamanya? Bukankah seharusnya kemanusiaan itu menembus sekat-sekat etinis, ras dan agama? Karena kemanusiaan adalah hal yang tertinggi dari itu semua,” tandas Denny Siregar

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved