Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Anies Beberkan Empat Kelompok Warga yang Dapat Divaksin di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan empat kelompok warga yang dapat divaksin di Ibu Kota.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan empat kelompok yang bisa menerima vaksin Covid-19 gratis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan empat kelompok warga yang dapat divaksin di Ibu Kota.

Mereka bisa mendapatkan vaksin Covid-19 gratis yang disediakan pemerintah dengan mendaftar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau langsung datang ke sentra-sentra vaksinasi.

Anies menjelaskan, kelompok pertama adalah ber-KTP Jakarta. Kedua, bekerja di Jakarta, ketiga berdomisili di Jakarta dan keempat bersekolah atau belajar/berkuliah di Jakarta.

Baca juga: Rahmat Effendi Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 100.000 Pelajar pada 4 Agustus 2021

“Kita tahu bahwa herd immunity di kota yang sangat terbuka seperti Jakarta ini tidak akan tercapai bila yang divaksin hanya warga ber-KTP DKI saja,” kata Anies, Sabtu (31/7/2021).

“Jadi, mobilitas yang tinggi, keterbukaan, mengharuskan kita memvaksin siapa saja yang beraktivitas di tempat ini. Jadi, kira-kira begini, selama Anda manusia, Anda sehat, tidak ada catatan larangan dari dokter, bisa vaksin di Jakarta. Kami tidak membatasi domisili penerima,” tambah Anies.

Berdasarkan data yang dia punya, jumlah penerima vaksin di Jakarta untuk dosis pertama mencapai 7,5 juta orang.

Rinciannya, sekitar 4,5 juta lebih adalah warga ber-KTP DKI Jakarta, sisanya sekitar 3 juta adalah warga dengan KTP non-DKI Jakarta.

Dari jumlah itu, ada sekitar 1,3 juta warga ber-KTP Jawa Barat dan sekitar 500.000 warga ber-KTP Banten yang juga divaksin di Jakarta.

Baca juga: Polres Metro Bekasi Kota Selidiki Viral Video Sekelompok Pelajar Membawa Senjata Tajam

“Memang bagian terbesar dari warga ber-KTP non-DKI Jakarta yang divaksin di Jakarta adalah petugas publik yang bekerja di sini," ujarnya.

"Mereka jumlahnya 1,6 juta orang. Jadi, cukup banyak petugas publik yang bekerja di Jakarta, tapi mereka memiliki KTP luar Jakarta,” imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved