CPNS 2021
Bisa Muncul di SKD CPNS 2021, Ini Rangkuman Lengkap 14 Majas Beserta Contohnya
Soal tentang majas kerap ke luar setiap SKD CPNS sehingga mungkin juga muncul saat SKD CPNS 2021.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelamar CPNS 2021 wajib paham tentang majas.
Pertanyaan tentang majas kerap muncul dalam setiap soal SKD CPNS.
Inilah rangkuman lengkap tentang majas diambil dari ruangguru:
Baca juga: Kemnaker Terbitkan Aturan Baru, Ini Syarat dan Kriteria Penerima BSU Rp 1 Juta di Masa PPKM Level 4
1. Majas Alegori
Majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran.
Contoh: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.
2. Majas Metafora
Majas ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.
Contoh: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.
3. Majas Metonimia
Majas ini menyatakan suatu hal dengan dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).
Contoh: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.
Baca juga: TPU Jombang tak Membuka Lahan Baru untuk Jenazah Covid-19 Nasrani karena Tersisa 1.700 Liang Lahat
4. Majas Litotes
Majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri.
Contoh: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.
5. Majas Hiperbola
Majas yang merupakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.
Contoh: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.
6. Majas Pars Pro Toto
Majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
Contoh: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.
Baca juga: Jokowi Tak Lockdown karena Rakyat Menjerit, Irwan Fecho Heran: Warga Ingin Biaya Hidupnya Dijamin
7. Majas Totem Pro Parte
Majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja.
Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.
8. Majas Eufimisme
Majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.
Contoh: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol
9. Majas Ironi
Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya.
Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.
Baca juga: VIRAL Terekam CCTV, Maling Berjaket Ojek Online Curi Spion, Kapolsek Tebet: Kami Bakal Usut
10. Majas Sarkasme
Majas ini bisa dikatakan sebagai sindiran yang kasar.
Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.
11. Majas Sinisme
Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.
Contoh: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?
12. Majas Pleonasme
Majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).
Contoh: Dia sudah turun ke bawah.
13. Majas Repetisi
Majas ini merupakan pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya.
Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!
Baca juga: Beracun dan Berpotensi Meledak, Modifikasi Apar Jadi Tabung Oksigen Medis Terlarang Dilakukan
14. Majas Aliterasi
Majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata.
Contoh: Beli baju biru bersama Budi.
SUMBER KLIK DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-seleksi-casncpns.jpg)