VIDEO Tukang Service Hp Terpaksa Turun ke Jalan Demi Bayar Sewa Lapak di Mall PGC
Mereka bukan demo menolak PPKM darurat, tapi menawarkan jasa service hp di pinggir jalan.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir
WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Sejumlah orang membentangkan tulisan di depan Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (29/7/2021).
Mereka bukan demo menolak PPKM darurat, tapi menawarkan jasa service hp di pinggir jalan.
Tulisan itu dibuat di kardus sampai sterofom dan mereka rela panas-panasan di bawah sinar matahari.
Para pengendara yang berhenti langsung ditawari untuk memperbaiki hp di lapaknya.
Baca juga: Sambil Membagikan Sembako, Polisi Bubarkan Penjual Jasa Servis HP di Pinggiran Jalan Depan PGC
Baca juga: Imbas PGC Tutup Tukang Servis HP Buka Jasa di Pinggir Jalan Agar Bisa Makan dan Biayai Sekolah Anak
Setelah ada yang mau menggunakan jasa, para penawar jasa ini langsung mengarahkan ke lapak service HP.
Indra Mateo (25) terpaksa harus turun ke jalan selama PPKM darurat diberlakukam Pemerintah Pusat.
Pasalnya, toko sewanya di dalam Mall PGC tutup sejak Sabtu (3/7/2021) lalu.
Indra mengaku, kebijakan PPKM darurat ini sangat baik untuk menelan angka penyebaran Covid-19 di Jakarta.
Namun penerapannya tidak tepat karena dampak kepada ekonomi para pedagang di Mall dan pedagang jalanan.
"Seperti kitalah contohnya, kebijakan PPKM darurat harus turun ke jalan demi dapat uang," ujar dia.
Baca juga: PGC Tutup, Penjual Jasa Servis HP Buka Lapak di Pinggir Jalan, Berjibaku Demi Anak Istri Tetap Makan
Baca juga: Tukang Servis Hp di Mal PGC Terpaksa Turun ke Jalan Demi Nafkahi Keluarga dan Bayar Sewa Kios
Pendapatan Indra selama kebijakan PPKM darurat menurun sampai 80 persen.
Tapi ia masih bersyukur karena masih bisa mendapatkan pelanggan yang service di tempatnya.
Indra tidak bisa berharap lebih selama PPKM darurat diberlakukan, yang penting pulang ke rumah masih membawa uang.
Selain itu, ia juga masih harus membayar sewa lapak kepada pengelola Mall PGC sekira Rp, 20 juta.