Rabu, 29 April 2026

PPKM Darurat

Sejak PPKM Level 4 Dilonggarkan, Pasar Cipete Selatan Malah Sepi Pengunjung

Sejak PPKM Level 4 kondisi Pasar Cipete Selatan semakin sepi, bahkan pengunjung yang datang kurang dari 100 orang per hari

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Ramadhan LQ
Suasana Pasar Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2021). 

PPKM Level 4 Dilonggarkan, Pasar Cipete Selatan Sepi Pengunjung

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK -  Pemberlakuan PPKM Level 4 telah memasuki hari keempat pada Kamis (29/7/2021).

Penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat di berbagai sektor mendapat kelonggaran 

Satu di antara sektor yang mendapat kelonggaran tersebut adalah pasar rakyat.

Namun, masyarakat yang berbelanja ke pasar tampak sepi, seperti di Pasar Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pantauan Wartakotalive.com, Kamis (29/7/2021) pukul 11.00 WIB, hanya beberapa pengunjung terlihat membeli kebutuhan pokok.

Kepala Pengelola Pasar Cipete Selatan, Suprayogo (52) menanggapi terkait pengunjung yang sepi ini.

Baca juga: Lokasi di Kecamatan Tanjung Priok ini Selama PPKM Level 4 Mendapat Pengawasan Ketat

Baca juga: PPKM Level 4 Hari ke-3, Tak Ada Petugas di Lokasi Penyekatan Perbatasan Tangerang-Jakarta Barat

Ia mengatakan jumlah pengunjung pasar lebih menurun sejak PPKM Level 4 diberlakukan pada 26 Juli lalu.

“Lebih menurun dibandingkan sebelumnya (PPKM Darurat),” ujar pria yang masker warna hitam saat ditemui Wartakotalive.com.

“Sebelumnya lumayan jumlah pengunjungnya, masih setengahnya. Kini, hampir setengahnya dari yang sebelum pandemi,” lanjut Suprayogo.

Sebelum pandemi Covid-19, Suprayogo mengungkapkan jumlah pengunjung dapat mencapai 200 orang.

“Kalau sekarang 50 persen aja nggak ada dari 200 pengunjung. Berarti kurang dari 100,” ucapnya.

“Paling sekira 30-40 pengunjung. Alasan pengunjung sedikit yang datang karena sudah memakai sistem online,” kata Suprayogo.

Pengunjung juga takut tertular Covid-19 dan akhirnya memakai sistem online dengan cara mereka memberi data apa saja yang dibutuhkan.

Baca juga: Disangka Razia PPKM Level 4 Pedagang Panik Ternyata Polresta Bogor Kota Tawari Vaksinasi Covid-19

Setelah itu, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer atau cash langsung datang ke rumah pengunjung.

Hal tersebut sangat mempengaruhi daya beli masyarakat serta tumbuhnya usaha pedagang di Pasar Cipete Selatan.

Suprayogo tak mengelak bahwa seluruh pedagang mengeluh bahkan ada yang menangis kepadanya terkait sepinya pengunjung.

“Saya bilang, ya, jangan mengeluh, semua kena imbasnya. Ini disebabkan daya beli masyarakat juga nggak ada, apalagi di Lantai 1 yang menjual pakaian, pecah belah, emas, sepatu sandal itu justru imbasnya lebih parah,” ujarnya.

“Jadi mereka ngadu terus, nangis, lalu kami bisa bagaimana jadinya sebagai pengelola dengan situasi seperti ini,” tambah Suprayogo.

Pemberlakuan penutupan Pasar Cipete Selatan di masa PPKM ini juga membuat pedagang tutup cepat karena tak ada yang beli.

Hal tersebut juga dikeluhkan pedagang beras bernama Utih (60), yang mengatakan pengunjung di tokonya sepi dalam beberapa hari belakangan.

“Kalau saya tutup lebih awal, jam 1 siang saya sudah tutup karena, ya, ini sepi,” kata pria paruh baya asal Padang, Sumatera Barat itu. 

Pedagang divaksin

Kepala Pengelola Pasar Cipete Selatan, Suprayogo (52) saat ditemui di ruangannya, Kamis (29/7/2021)
Kepala Pengelola Pasar Cipete Selatan, Suprayogo (52) saat ditemui di ruangannya, Kamis (29/7/2021) (Wartakotalive/Ramadhan LQ)

Kepala Pengelola Pasar Cipete Selatan, Suprayogo (52), mengatakan pedagang yang sudah divaksin di Pasar Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, baru sekira 30 persen.

Total pedagang yang terdaftar di Pasar Cipete Selatan, ujar Suprayogo, sebanyak 217 pedagang. 

“Baru sebagian yang sudah divaksin, sebagian belum,” kata Suprayogo kepada Wartakotalive.com, Kamis (29/7/2021).

“Cuma dari 217 itu mereka nggak dagang semua. Mereka pikir kalau dagang juga percuma, karena saking sepinya pengunjung,” tambahnya.

Baca juga: Influencer Diduga Terima Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, DPRD DKI Segera Berikan Klarifikasi

Agar dipastikan menerima vaksin, seluruh pedagang akan didata kembali pihaknya untuk diarahkan ke lokasi vaksin terdekat dari pasar.

“Karena data pedagang yang ada di kami tidak sama, karena tokonya ada yang dikontrakkan, ada yang belum buka sama sekali,” ucapnya.

Pengelola Pasar Cipete Selatan melakukan hal tersebut kepada pedagang agar penularan virus corona bisa ditekan.

Selain itu, guna mencegah adanya potensi penularan Covid-19, pengelola Pasar Cipete Selatan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami selalu mengayomi mereka, memberitahu mereka, khusunya memakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Itu selalu kami terapkan,” ujarnya.

“Itu selalu kami upayakan semaksimal mungkin. Sudah kami siapkan wastafel-wastafel yang ada di sekitar pasar, untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun siap pakai. 

Tak hanya itu saja, pengelola Pasar Cipete Selatan selalu mengadakan penyemprotan disinfektan seminggu sekali.

Suprayogo mengatakan, pedagang sebenarnya mau divaksin dengan catatan petugas vaksinasi datang langsung ke pasar.

“Jadi kalau bisa dari pemerintah bersama kita mengadakan vaksinasi sendiri di dalam pasar,” kata Suprayogo.

“Jadi mereka juga tidak jauh-jauh meninggalkan dagangan mereka, apalagi rata-rata pedagangnya sudah 50 tahun ke atas,” lanjutnya.

Terlepas dari itu, Suprayogo mengharapkan PPKM Level 4 tidak diperpanjang lagi agar pedagang dapat berjualan seperti semula agar pengunjung datang lagi ke pasar. (m31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved