Bansos Depok

Camat Beji Depok Perintahkan Pengurus RW Kembalikan Dana Bansos BST yang Dipotong Rp 50.000 ke Warga

Plt Camat Beji Beji Hendar Fradesa minta pengurus RW untuk mengembalikan dana bansos BST yang telah dipotong kepada warga.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Humas Kemensos
Camat Beji Depok Perintahkan Pengurus RW Kembalikan Dana Bansos BST yang Dipotong Rp 50.000 ke Warga. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Camat Beji Depok perintahkan pengurus RW kembalikan dana bansos BST yang dipotong Rp 50.000 ke warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Beji Hendar Fradesa dengan tegas meminta pengurus lingkungan setempat yang dikabarkan telah melakukan pemotongan Rp 50.000 terhadap Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterima warga di wilayah RW 05, Kelurahan/Kecamatan Beji, Kota Depok untuk kembalikan dananya.

Sejak viralnya kasus dugaan pemotongan dana bansos itu, Hendar mengatakan, pihaknya langsung menelusuri dan mengambil langkah konkrit untuk meminta dana warga yang dipotong itu untuk segera dikembalikan.

Hendar pun menyayangkan adanya peristiwa yang menghebohkan dunia maya. Pertemuan langung digelar dengan pihak terkait agar segera terselesaikan. 

“Saya langsung berkoordinasi dengan Lurah Beji agar bertemu dengan pengurus lingkungan di RW 05. Telah disepakati dana akan dikembalikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada 28-29 Juli 2021,” kata Hendar dalam keterangan resminya, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Mandek, Pelapor Kasus Dugaan Korupsi Dinas Damkar Kota Depok Khawatir Kasus Menguap

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pengurus RT/RW terkait aturan Bansos. 

Salah satu aturannya yakni tidak diperkenankan untuk melakukan pemotongan dengan alasan apapun. 

“Terkait ambulans, itu mobil hibah dari salah seorang warga dan memang dalam keadaan kurang baik sehingga perlu perbaikan. Namun, kebijakan untuk melakukan pemotongan dana bansos tidak boleh dengan alasan apapun,” akunya. 

Dana yang dipotong dari para pengurus RT/RW setempat dikatakan Hendar masih utuh dan belum digunakan. Uang tersebut pun akan segera dikembalikan. 

Baca juga: Disnaker Kota Depok Terbitkan 5.568 Kartu Identitas Pekerja Sektor Prioritas Selama PPKM Darurat

Hendar lantas mengingatkan kembali kepada semua pihak bahwa pendistribusian dana bansos harus dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

“Berkaca dari beberapa kasus yang pernah terjadi, kami mengingatkan kepada siapapun yg terlibat dalam pendistribusian Bansos, harus sesuai dengan aturan yg telah ditetapkan,"

"Kami menghimbau untuk tidak ada pemotongan atau pengurangan nilai Bansos dengan alasan apapun,” paparnya.

Di kemudian hari, Hendar mengharapkan para pihak yang bertanggung jawab untuk dapat melakukan tindakan pencegahan. Dengan begitu, tidak terjadi lagi kejadian serupa.

“Dalam penyaluran Bansos, kami pihak kecamatan dan kelurahan sama sekali tidak terlibat. Menurut  kami seharusnya bantuan tersebut diantar langsung ke KPM (keluarga penerima manfaat) untuk menghindari peluang terjadinya pemotongan dan kerumunan saat PPKM Darurat,"

"Penyalur bisa door to door ke rumah warga sedangkan pengurus lingkungan hanya menunjukkan  rumah KPM,” tuturnya.

 
 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved