Bansos Depok

Viral Potongan Bansos Rp 50.000 di Kota Depok, Pengurus RW: Donasi untuk Ambulance dan Kain Kafan

Pengurus RW di Beji, Depok melakukan pemotongan dana bansos Rp 50.000. Hal itu menjadi viral di medsos. Dana itu untuk bantuan ambulance dan kafan.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
istimewa
Ilustrasi, Viral Potongan Bansos Rp 50.000 di Kota Depok, Pengurus RW: Donasi untuk Ambulance dan Kain Kafan. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Viral potongan bansos Rp 50.000 di Kota Depok, pengurus RW: donasi untuk ambulance dan kain kafan.

Pengurus RW 05 Kelurahan Beji memberikan klarifikasinya terkait pemotongam bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 50.000.

Ketua Kampung Tangguh Jaya sekaligus Ketua  RW 05 Kuseri mengatakan, hal itu bukanlah potongan melainkan hasil kesepakatan dari para pengurus RT dan RW serta maupun pengurus Posko Siaga.

Didampingi para pengurus RT 06 RW 05, Kelurahan Beji, Kuseri mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemotongan terhadap dana bansos yang digelontorkan kepada warga terdampak Covid-19.

Dalam video klarfisikasinya itu, Kuseri memaparkan kemana uang Rp 50.000 tersebut digunakan.

"Karena kita punya ambulance yang operasionalnya sangat padat, untuk segera diperbaiki karena turun mesin sehingga perlu biaya banyak. Maka kita sepakat untuk momen yang tepat ini untuk berdonasi," kata Kuseri seperti dikutip dari video klarifikasinya di akun Instagram @depok24jam, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Sarapan Pagi Gratis Bagi Pejuang Jalanan di Kota Depok Disambut Baik oleh Warga dan Pengemudi Ojol

Perbaikan mobil ambulance dikatakan Kuseri lantaran akinya harus diganti.

Selain itu, Rp 50.000 yang dikatakan warga dilakukan pemotongan terhadap bansos juga digunakan untuk persediaan kain kafan gratis bila terjadi bencana.

"Kita punya program yaitu kain kafan gratis kalau ada bencana, jadi, kita kasihkan gratis (kain kafan), itu adalah salah satu terobosan dari kami," papar Kuseri.

Penjelasan ini ditegaskan kembali oleh Kuseri untuk meluruskan informasi yang viral di sosial media bahwa adanya pemotongan terhadap dana bansos yang diterima warga.

"Jadi, kita mengklarifikasi bahwasanya kita tidak memotong, kita mohon donasi untuk perbaikan ambulan dan kain kafan. Jadi, saya bertanggung jawab penuh terhadap pelaporan itu," tutur Kuseri.

Baca juga: Heboh Kertas Bekas Hasil Swab Positif di Depok Jadi Pembungkus Gorengan, Ini Tanggapan Dinkes

Di video tersebut, Kuseri memerlihatkan ambulance yang dimiliki RW 005 yakni berupa mobil minibus bermerk Mazda yang berasal dari donasi warga.

"Ambulance ini dari warga, bukan bantuan dari pemerintah," tandasnya.

Sebelumnya, akun Instagram @depok24jam memosting adanya aduan dari warga terhadap pemotongan dana bansos.

Di mana seharusnya bansos yang diterima Rp 300.000, nyatanya harus dipotong sebesar Rp 50.000.

"Min, kemarin saya antar istri ambil bansos sebesar Rp 600.000. Tapi dipotong Rp 50.000 oleh mereka untuk beli bensin ambulance. Semua orang yang ambil bansos di sana langsung dipotong sebesar Rp 50.000 di RT 6, RW 5 Kelurahan Beji. Saksi banyak, saya tidak boleh merekam di sana," tulis postingan tersebut pada Rabu (28/7/2021) siang.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved