Virus Corona Jabodetabek
Kisah Saskia Lebih Senang Isolasi Mandiri di RLC Tangsel: Diterima dengan Baik dan Diperhatikan
Para pasien yang isoman di Rumah Lawan Covid Tangsel merasa nyaman dan diperhatikan di nakes, ketimbang isoman di rumah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dian Anditya Mutiara
Berbeda dengan diRLC pola makan diatur 3x sehari, ada snack dan makanan lauk sesuai anjuran, obat-obatan jika ada gejala apa.
Jika merasakan gejala, langsung meminta obat kepada nakes, kalo ada keluhan sesak bisa langsung dicek saturasi, dilihat keadaan selama disini juga jika ada pasien yang sesaknya parah sudah sedia oksigen dan langsung ditanganin, dan jika parah bisa dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.
"Aku dapet banyak support dari temen-temen aku, pacar aku, temen kantor juga dan banyak juga tetangga aku yg pernah positif juga dulu dan sekarang udah sembuh, mereka ngasih aku beberapa saran dari pengalaman mereka dan bantuan juga, jadi ya aku juga mikir aku pasti bisa sembuh juga kaya mereka,"jelasnya.
Baca juga: Cerita Pasien Covid-19 di RLC Tangsel, Sekeluarga Terpapar Covid-19 Lalu Apa yang Dilakukan?
Pada saat tiba di RLC, langsung disambut para pasien lainnya dengan baik.
Saat di RLC imunnya pun langsung naik, bahkan sehari setelah di RLC penciumannya mulai pulih sedikit demi sedikit bisa mencium kembali.
Saskia menuturkan, saat akan berangkat ke RLC merasa sedih, apalagi saat naik ambulans, melihat sang ibu dari dalam ambulans
"Pas naik ambulans masih nangis, bahkan di perjalanan saja aku masih kepikiran mama. Karena kondisi mama lagi drop juga, tapi pas selama di RLC aku selalu video call sama mama," terangnya.
Kegiatan di RLC
Kegiatan yang dilakukan di RLC setiap pagi antara lain melakukan jalan pagi, senam.
Kemudian dilanjutkan dengan berjemur pada pukul 08.00 WIB.
Setelah itu dilanjutkan dengan rutinitas masing-masing, ada yang ngobrol, nonton tv, ada juga yang istirahat di kamarnya sambil menunggu waktu makan siang.
Selama melakukan isoman di RLC , Saskia selalu memikirkan kondisi sang ibu yang sedang sakit.
Dan untuk mengurangi rasa sedihnya dirinya ikut keliling membantu mengecek tensi dan saturasi pasien di RLC.
"Aku suka sedih kalau denger beberapa ibu-ibu yang cerita dia gak bisa makan karena baru merasa beberapa gejala, ada yg juga kepikiran keluarganya. Jadi aku juga suka ngobrol sama ibu2-ibu disni dengerin cerita mereka,"jelasnya.
Pelajaran ia dapatkan setelah terpapar Covid-19, ia akan lebih sadar menaati prokes yang ada, lebih taat akan peraturan PPKM, keluar yang memang bener-bener seperlunya, kalau tidak ada keperluan sebaiknya jangan keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasien-isoman-rlc-tangsel1.jpg)