Virus Corona Jabodetabek
Kisah Saskia Lebih Senang Isolasi Mandiri di RLC Tangsel: Diterima dengan Baik dan Diperhatikan
Para pasien yang isoman di Rumah Lawan Covid Tangsel merasa nyaman dan diperhatikan di nakes, ketimbang isoman di rumah
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Dian Anditya Mutiara
Selama itu dirinya merasakan sesak dan saturasi dibawah 95, namun di puskesmas hasilnya masih normal.
Saat setelah melakukan pemeriksaan tak mendapatkan obat khusus yang diberikan puskesmas.
Sebelumnya, sudah melakukan konsul kepada dokter melalui aplikasi halodoc dan diberi resep.
Saat melakukan isoman di RLC ia hanya membawa obat sendiri dari rumah.
Saat dirinya melakukan pemeriksaan ke puskesmas, untuk melihat kondisi keluarga, hasil dari pemeriksaan seluruh keluarganya negatif.
Ia khawatir karena sang ibu memiliki gejala sehingga mendapatkan vitamin dari puskesmas.
"Kebetulan saya kan ada riwayat penyakit flek paru paru gitu, dan aku selama disini sesaknya gak separah di rumah, dan takutnya kan kalau orang rumah gak mengerti ya harus menghadapi gimana," terangnya.
Baca juga: RLC Kota Tangsel Tambah Sejumlah Tenda Darurat Pasien Covid-19, Kendalanya Tenaga Kesehatan Kurang
Ia merasakan lebih aman isoman di RLC dikarenakan ada yang memantau saturasi aku, jika ada gejala sesek ia langsung diberikan arahan untuk melakukan sesuatu.
Ada rasa takut saat terpapar virus Covid-19, ia memikirkan orang-orang yang ada di sekitar, ditambah ia tak mengetahui obat apa yang dikonsumsi saat terkena Covid-19.
Masuk RLC menjadi keputusannya, sehingga tidak merasakan takut.
Ia memikirkan saat ini orang rumah memiliki bhasil negatif, sehingga lebih baik jika dirinya sementara berpisah dulu dengan keluarganya.
"Tapi sebenernya awal mau berangkat ke RLC aku juga rada takut gak sesuai ekspektasi sih, eh ternyata pas sampe sini alhamdulillah lumayan bgt lah buat recovery apa lg buat yg ngerasa terkurung bgt kalo isoman di rumah," terangnya.
Ia mengungkapkan, saat isolasi di rumah merasa terkurung karena susah untuk beraktivitas.
Saat akan berjemur badan harus lewat jendela.
"Jadi kayak merasa terkurung banget sih jujur, ditambah kalo di rumah karena mama lagi kurang sehat jadi pola makan nggak bisa teratur, makanan juga seadanya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasien-isoman-rlc-tangsel1.jpg)