Breaking News:

PPKM Darurat

Rendahnya Kedisiplinan Masyarakat Jadi Alasan Pemkot Tangsel Perpanjang Masa PPKM Darurat

Pemkot Tangsel Evaluasi PPKM Darurat, Diketahui Tingkat Kepatuhan masyarakat Terhadap Prokes Covid-19 Masih Rendah. PPKM Darurat pun Diperpanjang

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangserang Selatan Benyamin Davnie mengklaim ada penurunan mobilitas warga selama PPKM darurat diberlakukan di wilayahnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 21 hingga 25 Juli 2021.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan perpanjangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443/2535 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 Covid-19.

Baca juga: Kisah Rizal, Pedagang Sate Padang di Panglima Polim yang Merintis Usaha di Awal Pandemi Covid-19

Menurutnya penerapan PPKM Darurat diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19 

Pasalnya, sejak PPKM Darurat diberlakukan sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 kemarin angka kepatuhan prokes di Kota Tangsel masih jauh dari target yang ditentukan.

"Kalau angka kepatuhan memang belum bergerak bagus masih diangka 81 persen, kita berharap 83 persen tadinya kan ternyata masih banyak pelanggaran protokol kesehatan terutama masker dan jaga jarak," katanya saat dikonfirmasi pada Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Optimalkan Pelayanan, PPSDM Kemenkes Tambah 30 Nakes di RSCD Wisma Atlet Kemayoran

Kendati demikian, Benyamin mengklaim PPKM Darurat mampu menekan angka kematian akibat infeksi covid-19. 

Kata pria yang akrab disapa Ben ini, penurunan angka kematian didapat pihaknya dari perbandingan sebelum dan sesudah pelaksanaan PPKM Darurat. 

Karenanya, ia menilai PPKM Darurat masih menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan prokes covid-19 di masyarakat. 

Baca juga: Omset Wartegnya Kian Tergerus, Mae Berharap PPKM Darurat Tidak Diperpanjang Lagi

"Kalau angka kematian malah sebetulnya turun ya 3 persen, tadinya 3,1 persen. Sekarang kan diukurnya atau dibandingkannya setiap minggu, seminggu sekali. Jadi minggu ini dibandingkan dengan minggu kemarin, kalau laporan setiap hari," pungkasnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved