Breaking News:

Berita Video

VIDEO Pemkab Tangerang Vaksin 1.557 Pelajar SMP di Pasar Kemis 

"Selain vaksinasi siswa siswi, kami tetap melaksanakan vaksinasi usia 19 tahun ke atas hingga lansia di 44 Puskesmas secara berkala," ucapnya.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Ahmad Sabran

WARTA KOTA, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan pencegahan penyebaran Virus Corona atau yang disebut Covid-19 secara dini. Penanganan pencegahan itu dilakukan melalui vaksinasi massal siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Tangerang.

"Kami lakukan pencegahan dini melalui vaksinasi massal sebanyak 1.557 pelajar di tingkatan pelajar berusia 12 hingga 17 tahun," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Jumat (23/7/2021).

Dalam pelaksanaan vaksinasi di SMPN 1 Pasar Kemis, Sekda yang juga meninjau langsung ke lokasi. Mulai dari pendaftaran, screning kesehatan, hingga protokol kesehatan jaga jarak sampai dengan observasi menunggu sertifikat vaksin.

"Selain vaksinasi siswa siswi, kami tetap melaksanakan vaksinasi usia 19 tahun ke atas hingga lansia di 44 Puskesmas secara berkala," ucapnya.

Yang mengikuti vaksinasi di antaranya SMPN 1 Pasar Kemis sebanyak 791 orang, SMPN 2 Pasar Kemis 100 orang, SMPN 3 Pasar Kemis 126 orang, SMPN 4 Pasar Kemis 82 orang, SMPN 5 Pasar Kemis 101 orang dan SMPN 7 Pasar Kemis 357 orang.

"Saya berpesan kepada adik-adik jaga protokol kesehatan, memakai masker, mari kita melakukan vaksinasi agar memiliki daya tahan tubuh bersama-sama. Dan kondisi membaik kita lakukan belajar tatap muka di sekolah," kata Sekda.

Berdasarkan data Kasus terkonfirmasi total Covid -19 di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 18.488 orang. Kasus terkonfirmasi sembuh 14.999 orang, tak sedikit pula kasus terkonfirmasi meninggal sebanyak 346 orang.

Dari data keseluruhan di atas Kecamatan Kelapa Dua masih menduduki peringkat pertama dengan penyebaran Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 565 orang.

M. Farel Hidayat siswa SMPN 1 Pasar Kemis mengungkapkan kondisi saat ini sangat membosankan belajar di rumah. Dan dibatasi untuk kegiatan bermain di luar rumah karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga menghambat belajar mengajar tatap muka.

"Terima kasih Pak Bupati, kami sudah divaksin, kami ingin cepat-cepat sekolah," ujar Farel. (dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved