Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

6.478 Warga Masih Jalani Isoman, Pemkot Jakpus Minta Pengurus RT Lakukan Pemantauan

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, Jumat (23/7/2021), jumlah warga isoman tersebut cenderung mengalami penurunan setiap harinya.

Tayang:
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Pemkot Jakpus meminta pengurus RT untuk melakukan pemantauan  di wilayahnya mengingat masih ada  sebanyak 6.478 warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Foto ilustrasi: Warga Tanah Abang yang sedang menjalani isolasi mandiri Covid-19 mendapat bantuan sosial dari DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat, Rabu (21/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hingga Jumat (23/7/2021), warga DKI Jakarta yang melakukan isolasi mandiri atau isoman lantaran rumah sakit rujukan pasien Covid-19 penuh, jumlahnya masih ribuan.

Untuk wilayah Jakarta Timur saja tercatat sampai hari ini, Jumat, mencapai 6.478 orang yang melakukan isoman.

Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta pengurus RT untuk melakukan pemantauan  di wilayahnya mengingat masih ada  sebanyak 6.478 warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, jumlah warga isoman tersebut cenderung mengalami penurunan setiap harinya.

Video: TNI Distribusikan Paket Obat Gratis untuk Warga yang Jalani Isoman

Penurunan jumlah warga isoman salah satunya dipengaruhi oleh peranan Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW dalam memantau warga.

"Harus dilaksanakan dengan benar pemantauan warga yang isoman, supaya kebutuhan warga yang sedang isoman bisa terpenuhi," kata Dhany di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Dhany menjelaskan bahwa peranan Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW amatlah besar, terutama dalam memantau aktivitas dan kebutuhan warga yang sedang isolasi, sehingga mereka tidak perlu melakukan mobilitas.

Baca juga: Anies Berdialog dan Dengarkan Aspirasi Nakes Puskesmas di Jakarta, Ini Pesan-pesannya

Baca juga: JADWAL Mobil Vaksin Keliling Jumat 23 Juli 2021 Tersebar di 6 Lokasi Jakarta Pusat dan Jakarta Barat

Ada pun pemantauan terhadap warga yang isoman juga dilakukan dari pihak fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas melalui "video call" dari aplikasi pesan WhatsApp.

Melalui daring, warga bisa menceritakan perkembangan kondisi kesehatan mereka selama isolasi.

"Dari situ nanti petugas nakes (tenaga kesehatan) bisa mengetahui obat apa yang harus dikirim kepada warga yang sedang isoman," kata Dhany.

Selain bantuan obat-obatan, warga yang sedang isoman juga mendapat bantuan kebutuhan pokok dari Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, dengan menunjukkan hasil PCR negatif.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2021, Ancol Siapkan Ragam Aktivitas Virtual untuk Si Kecil

"Ada juga bantuan dari warga yang berinisiatif secara swadaya dari mereka secara bergantian dalam memenuhi makan dan minum sehari-hari," kata Dhany. (Antaranews)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved