CPNS 2021
Sering Jadi Soal SKD CPNS, Ini Latar Belakang Peristiwa Bandung Lautan Api
Pelamar CPNS 2021 harus benar-benar hafal mengenai peristiwa-peristiwa bersejarah Indonesia sebab sering keluar setiap SKD CPNS.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peristiwa Bandung Lautan Api adalah sebuah kejadian bersejarah yang menunjukkan sikap patriotisme Bangsa Indonesia.
Peristiwa ini pun kerap ditanyakan dalam SKD CPNS sehingga bukan tidak mungkin akan keluar juga di SKD CPNS 2021.
Nah, inilah berbagai hal menyangkut Peristiwa Bandung Lautan Api yang perlu diketahui para pelamar CPNS 2021.
Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946.
Baca juga: Temui Walikota Serang, Dirut Bank Banten Bahas Rencana Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Serang
Saat itu pihak sekutu yang diboncengi NICA tiba di Bandung dan mencoba menjadikan Bandung sebagai markas mereka.
Pihak sekutu saat itu adalah Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald yang tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945.
Dikutip dari wikipedia, sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang.
Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR (Tentara Keamanan Rakyat), diserahkan kepada mereka.
Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan.
Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) tidak dapat dihindari.
Baca juga: VIDEO Polisi Bagikan Beras 5 Kg ke Pengendara dan Sopir Angkot di Jalur Penyekatan Jalan Raya Bogor
Malam tanggal 21 November 1945, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas.
Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.
Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumi-hangus".
Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA.
Keputusan untuk membumi-hanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-seleksi-casncpns.jpg)