Kamis, 7 Mei 2026

PPKM Darurat

Selama PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Seluruh Moda Transportasi Menurun hingga 86 Persen

Pada transportasi udara, jumlah Pergerakan Penumpang (pnp) harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8 persen.

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Ilustrasi KRL 

WARTAKOTALIVE.COM,JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pergerakan mobilitas masyarakat menurun secara signifikan, hingga mencapai 86 persen.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, pengendalian transportasi hingga hari terakhir pelaksanaan PPKM Darurat sebelum diperpanjang, mobilitas masyarakat menurun, mulai dari 30 persen hingga 86 persen.

"Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelum adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi baik darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api," ujar Adita Irawati dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Tercatat, pada transportasi udara, jumlah Pergerakan Penumpang (pnp) harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8 persen.

Baca juga: Kemenhub Perketat Syarat Penggunaan Transportasi Umum, STRP dan ST Wajib Dibawa, Simak Penjelasannya

Angka tersebut didapat dari rata-rata sebelumnya sekitar 61 ribu pnp per hari menjadi sekitar 11 ribu pnp per hari.

Sementara untuk pergerakan penumpang di wilayah luar Jawa dan Bali penurunannya mencapai 74,5 persen.

Rata-rata sebelumnya sekitar 63 ribu pnp, menjadi sekitar 16 ribu pnp.

Dari 51 Bandara yang dipantau secara keseluruhan, tercatat penurunannya mencapai 77,6 persen.

Dari rata-rata sekitar 124 ribu pnp per hari menjadi sekitar 27 ribu pnp per hari.

Untuk moda transportasi kereta api, jumlah pergerakan penumpang harian KA Antarkota penurunannya mencapai 77 persen (dari sekitar 27 ribu pnp menjadi sekitar 6 ribu pnp). 

Sementara itu pergerakan penumpang harian KA Perkotaan (non KRL Jabodetabek) penurunannya mencapai 86 persen (dari sekitar 42 ribu pnp menjadi 5 ribu pnp).

"Pergerakan penumpang harian KRL Jabodetabek penurunannya mencapai 56 persen. Dari sekitar 330 ribu pnp menjadi 145 ribu pnp. Dan pergerakan penumpang harian KRL Jogja - Solo penurunannya mencapai 56 persen. Dari sekitar 2500 pnp menjadi sekitar 1.100 pnp," papar Adita.

Baca juga: Commuter Indonesia Berlakukan Rekayasa Operasional KRL Jabodetabek Mulai Rabu Hari Ini

Untuk moda transportasi darat, pergerakan penumpang Bus harian yang berangkat di 31 Terminal Tipe A penurunannya mencapai 42,36 persen.

Dari sekitar 43 ribu penumpang menjadi sekitar 25 ribu penumpang. 

Di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni penurunannya mencapai 42 persen.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved