Breaking News:

Berita Nasional

Dikritik Ekonom Gara-gara Minta PMN Rp106 Triliun, Begini Respon Erick Thohir

Komisi VI DPR RI telah menyetujui dana APBN sebesar Rp106 triliun untuk sejumlah perusahaan negara berdasarkan usulan Menteri BUMN.

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Feryanto Hadi
Erick Tohir 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menanggapi kritikan dari ekonom senior Faisal Basri, terkait suntikan dana jumbo dari Pemerintah untuk keperluan perusahaan-perusahaan pelat merah.

Suntikkan dana yang dimaksud yakni melalui mekanisme Penyertaan Modal Negara (PMN).

Menteri Erick mengatakan, kritik merupakan sebuah hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Ucapan Faisal Basri, lanjut Erick, akan menjadi masukkan dan evaluasi bagi dirinya dan juga jajaran di Kementerian BUMN.

Baca juga: Tak Sebanding dengan Jumlah Pasien, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Ajukan Penambahan Nakes

“Saya rasa di era demokrasi seperti ini yang namanya saran atau kritik adalah lumrah,” jelas Erick Thohir dalam video yang dirinya unggah di akun instagram pribadinya @erickthohir, Rabu (21/7/2021).

Masukkan dari Bang Faisal Basri juga bisa jadi evaluasi kami,” sambungnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Komisi VI DPR RI telah menyetujui dana APBN sebesar Rp106 triliun untuk sejumlah perusahaan negara berdasarkan usulan Menteri BUMN.

Bila dirinci, Rp72,449 triliun akan direalisasikan di APBN 2022. Sementara, sisanya Rp33,9 triliun sebagai tambahan PMN di APBN tahun ini.

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Bakal Cair Lagi, Sri Mulyani Jelaskan Ketentuan dan Syaratnya, Anda Termasuk?

Melihat kabar tersebut, Faisal Basri langsung mengungkapkan pendapatnya melalui akun Twitter miliknya @FaisalBasri, Jumat (9/7/2021).

“Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan PEN adalah Menteri BUMN. Bukannya utamakan selamatkan nyawa rakyat tapi sibuk urusi suntik BUMN ratusan triliun dan obat cacing. Bubarkan saja Komite itu,” tulis Faisal Basri.

Erick kembali menjelaskan, PMN yang diusulkannya akan digunakan untuk berbagai penugasan dari pemerintah.

Kemudian, dana tersebut diharapkan mampu membuat BUMN dapat bertransformasi lebih baik lagi dan menghasilkan keuntungan untuk negara, yakni melalui dividen.

Baca juga: BEM FH UI Bongkar Kesaktian Ari Kuncoro,Protes hingga Petisi Tak Mempan, Malah Statuta yang Diubah

“Kami tentu BUMN akan terus melakukan transformasi agar tetap melakukan aksi korporasi. Karena negara perlu tambahan income, terutama selain pajak di masa Covid-19 seperti ini,” jelasnya.

“Tetapi juga yang paling penting bagaimana kita melakukan Public Service Obligation atau pelayanan publik,” pungkas Erick Thohir. (Ismoyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved