Breaking News:

Berita Jakarta

Tak Sebanding dengan Jumlah Pasien, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Ajukan Penambahan Nakes

Menurut Sumego, jumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang ada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini dinilai masih kurang

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu | Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran masih memerlukan tambahan tenaga kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan saat ini, dianggap tidak sebanding dengan jumlah pasien yang menjalani perawatan di lokasi tersebut.

“Kita sudah menghubungi PPSDM Kementerian Kesehatan untuk meminta bantuan tenaga kesehatan,” ucap Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Mintoro Sumego, saat ditemui di Wisma Atlet Kemayoran, Rabu (20/7/2021), siang.  

Menurut Sumego, jumlah tenaga kesehatan dan tenaga medis yang ada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini dinilai masih kurang.

Baca juga: Bantuan Subsidi Upah Bakal Cair Lagi, Sri Mulyani Jelaskan Ketentuan dan Syaratnya, Anda Termasuk?

“Tenaga kesehatan kita sekarang ada 3.130 orang dan tenaga medis ada 2.700-an orang. Nah kalau dihitung ini mungkin masih agak kurang,” jelas Sumego. 

Lebih lanjut, Sumego mengatakan, para pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran dirawat di tower 4, tower 5, tower 6, dan tower 7.

Tiap-tiap tower memiliki kondisi yang berbeda. Khusus tower 4 digunakan untuk perawatan pasien dengan gejala ringan “Di tower 4, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 55 persen,” ucap Sumego. 

Baca juga: Bima Arya Sampaikan 4 Hal Kendala Vaksinasi Massal ke Pemerintah Pusat, Salah Satunya Insentif Nakes

Masih menurut Sumego, tower 5, tower 6, dan tower 7 digunakan untuk perawatan pasien dengan gejala sedang sampai berat. “Di tower 7 itu tingkat keterisian tempat tidur mencapai 62 persen. Jadi masih ada beberapa pasien yang dirawat di ICU, maupun di HCU,” jelas Sumego. 

Guna menambah daya tampung untuk para pasien Covid-19, Pemerintah meresmikan Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak sebagai tempat isolasi.

Sumego pun menjelaskan, kedua rusun tersebut diperuntukkan kepada pasien Orang Tanpa Gejala (OTG). “Di Rusun Nagrak terdapat 631 pasien dari 3.756 tempat tidur yang disediakan.

Baca juga: Apresiasi Jasa Tenaga Kesehatan, Pemandu Acara Ini Siap Tampil Sebagai MC Gratis di Acara Para Nakes

Jadi, tingkat keterisian tempat tidur yakni17%. Masih banyak tempat, ucap Sumego. 

Sementara kondisi di Wisma Pasar Rumput disediakan 1.659 tempat tidur. “Baru terisi 22 tempat tidur. Masih sedikit, mungkin masih banyak orang yang belum tahu,” tutup Sumego. (m29)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved