Jumat, 24 April 2026

PPKM Darurat

PPKM Darurat, Curhatan Driver Ojol di Bekasi Order Sepi hingga Pendapatan Turun 70 Persen

Sebab, pesanan atau order yang didapatkan sepi hingga membuat pendapatan turun mencapai 70 persen.

Wartakotalive/Muhammad Azzam
Para drive ojek online di Cikarang, Kabupaten Bekasi mengeluhkan pendapatan yang berkurang sejak PPKM Darurat. Foto Senin (19/7/2021) 

Curhatan Driver Ojol di Bekasi, Order Sepi hingga Pendapatan Turun 70 Persen

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pemerintah resmi memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat - PPKM Darurat hingga akhir Juli ini.

Perpanjangan ini dikeluhkan driver atau pengemudi ojek online (ojol). Sebab, pesanan atau order yang didapatkan sepi hingga membuat pendapatan turun mencapai 70 persen.

Ketua Family Ojol Korwil Cikarang Jhon Sitanggang, mengungkapkan diterpakannya PPKM darurat ini membuat penghasilannya turun drastis.

Pendapatannya turun mencapai 60 hingga 70 persen tiap harinya.

"Yang tadinya bisa bawa pulang ke rumah Rp 150 ribu paling sekarang ya Rp 30 sampai Rp 50 ribu paling banyak," katanya.

Dia menyebut pendapatan turun karena ada ketentuan PPKM darurat, yang meminta pekerja diluar non esensial dan kritikal untuk bekerja dari rumah.

Baca juga: Imbas PPKM Darurat, Jumlah Penumpang KRL Merosot Signifikan Setelah Adanya Syarat dokumen Perjalanan

Sebab, pendapatan terbesar itu dari mengangkut penumpang dibandingkan mengantar barang dan makanan.

"Tapi mau gimana lagi, kebijakan PPKM darurat ini kam demi kesehatan dan keselamatan bersama karena kasus lagi tinggi," ungkap dia.

Dia juga menyambut baik kebijakan kepolisian yang memperbolehkan ojol melintasi pos penyekatan yang ada selama PPKM darurat.

Pasalnya, jika ikut terkena sekat akan lebih memperparah kondisi pendapatannya.

"Waktu awal penyekatan harus ada STRP tapi kan kita mitra dari ojol ada kebijakan dan juga kepolisian akhirnya bisa lewat dari penyekatan. Saat ini sudah dipermudah dari kepolisian karena mobilitas diluar lebih fokus di ojol untuk warga tetap stay di rumah untuk keperluan dan kebutuhan yang mereka butuhkan ojol yang penuhi," ungkap dia.

Baca juga: Kabar Baik, Polda Metro Jaya Pastikan Ojol Dapat Tembus Penyekatan PPKM Darurat meski Tanpa STRP

Meski pahit buat para ojol, akan tetapi dia sangat mendukung penerapan PPKM darurat dan meminta masyarakat untuk menanggulangi pandemi Covid-19 bersama-sama.

Salah satunya dengan tetap di rumah saja, dan mempercayakan ojol untuk dapat belanja atau membeli kebutuhan warga saat di rumah saja.

"Ya kalau memang saudara kita warga butuh belanja keluar beli makanan keluar engga usah keluar cukup kami aja ojek online yang bekerja, bapak ibu semua di rumah aja menunggu kami yang mengantarkan ya walaupun resikonya dan taruhannya nyawa kami bisa terjangkit ataupun terpapar pada virus tersebut tapi kami siap," beber dia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved