Selasa, 19 Mei 2026

Bantuan Sosial Tunai

Deni Kesal Sudah Dua Kali Ngecek ATM Dana BST Belum Juga Masuk

Deni, warga Kramat Jati, Jakarta Timur, kesal pada pemerintah yang berjanji mencairkan dana BST. Sebab, sudah dua kali cek ATM belum juga masuk.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Deni, warga Kramat Jati, Jakarta Timur, kesal karena dana BST yang dijanjikan pemerintah belum juga masuk ke rekeningnya di Bank DKI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Deni warga Kramat Jati sudah dua kali datangi ATM Bank DKI Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (19/7/2021).

Ia ingin mengecek Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 600.000 dari pemerintah.

Namun sampai saat ini, bantuan itu belum juga cair ke ATM Bank DKI milik Deni.

Baca juga: Bansos Tunai (BST) Kota Bogor Disalurkan PT Pos Indonesia Langsung ke Rumah, Dapat Rp 600 Ribu

"Saya mau ngecek katanya hari ini cair," ujarnya.

Deni mengaku, bantuan BST itu sangat membantu dirinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Apalagi selama PPKM darurat ini dirinya harus dirumahkan karena tempat kerjanya tidak boleh beroperasi.

"Ini sebulan Rp 300.000, nah kita dapat Rp 600.000 karena dua bulan," ujarnya.

Deni mengaku baru satu kali mendapatkan BST dari pemerintah selama pandemi Covid-19.

Saat ini dirinya sedang menunggu bantuan BST yang kedua dari pemerintah.

"Perasaan saya rada kesel juga, sampai sekarang belum cair," ujarnya.

Baca juga: Dinsos Kota Tangsel Minta PT Pos Perbanyak Titik Penyaluran Dana BST Satu Lokasi 100 Orang Penerima

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan setiap penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH) akan menerima tambahan beras sebanyak 10 kg.

“BST dan PKH disalurkan masing-masing bagi 10 juta penerima plus menerima beras sebanyak 10 kg,” ujar Mensos Risma di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Beras sebanyak 10 kg akan disalurkan oleh Perum Bulog, mengingat jaringan Bulog terdapat di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami mengirimkan data penerima BST dan PKH ke Bulog dan mereka menyalurkan beras itu melalui jaringannya di seluruh Indonesia,” katanya.

Pembaruan data penerima BST di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah selesai sejak akhir pekan lalu dan siap digunakan dalam penyaluran.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved