Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Amien Rais Bilang TNI-Polri Tak Terlibat Penembakan 6 Anggota FPI, Rizieq Shihab: Sangat Blunder

Ia menuturkan, pernyataan Amien Rais adalah bumerang bagi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 anggota FPI.

Editor: Yaspen Martinus
kompas.com
Rizieq Shihab menolak keras pernyataan Amien Rais, yang menyebut lembaga TNI-Polri tidak terlibat dalam penembakan 6 anggota FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menolak keras pernyataan Amien Rais, yang menyebut lembaga TNI-Polri tidak terlibat dalam penembakan 6 anggota FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Rizieq Shihab dalam rilis yang disampaikan via kuasa hukum, Senin (19/7/2021).

Rizieq menyampaikan, pernyataan Amien Rais terlalu prematur, lantaran pengusutan kasus itu nantinya merupakan kewenangan pengadilan hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Rizieq Shihab Minta Simpatisannya Tetap Salat di Masjid Agar Wabah Covid-19 Diangkat Secepatnya

"Bahwa pernyataan AR sangat blunder, karena merugikan tim dan korban serta keluarganya."

"Sebaliknya untungkan pihak lawan," kata Rizieq yang disampaikan oleh tim kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, saat dikonfirmasi, Senin (19/7/2021).

Ia menuturkan, pernyataan Amien Rais adalah bumerang bagi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 anggota FPI.

Baca juga: Kirim Surat kepada Fraksi, Sekjen PAN Sumbangkan Semua Gajinya di DPR untuk Warga Terdampak Covid-19

"Karena AR dalam tim TP3 dan pernyataan tersebut bisa menguatkan skenario rezim via polisi, bahwa tragedi KM 50 hanya pelanggaran kriminal biasa," jelasnya.

Pernyataan Amien Rais, kata Rizieq, juga dinilai kontraproduktif, sehingga dapat menjadi celah yang dimanfaatkan lawan.

Sehingga, Menko Polhukam Mahfud MD turut senang dengan pernyataan ini.

Baca juga: Iduladha, Rizieq Shihab Kurban Seekor Sapi untuk Warga Gaza Palestina

Ia menyebut selama ada dugaan keterlibatan sejumlah jenderal dan dilakukan secara sistematis dengan garis hierarki komando dan melibatkan beberapa institusi seperti TNI dan Polri serta BIN, maka dugaan kemungkinan keterlibatan institusi sangat besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved