Covid19 Jakarta
Astrid Kerap Ikuti Yasinan Virtual Tiap Malam, tapi Banyak Orang tak Percaya Ada Virus Covid-19
Astrid, ibu rumah tangga, menyesali banyak orang yang tak percaya ada virus Covid-19. Sementara, beberapa keluarganya sudah ada yang meninggal.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia sampai saat ini belum terbendung.
Tak sedikit kasus baru yang terinfeksi corona di Tanah Air sehingga ruang perawatan penuh sampai ada yang meninggal dunia.
Baca juga: Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Siapkan Bumi Perkemahan Karang Kitri Jadi Tempat Isoman
Pemerintah dan masyarakat sedang berjibaku melawan virus yang diketahui berasal dari Wuhan, Tiongkok, itu.
Namun, banyak orang masih tidak percaya adanya wabah Covid-19 sampai saat ini hingga akhirnya segelintir masyarakat merespons hal tersebut.
Astrid (37), ibu rumah tangga di Kelapa Gading, Jakarta Utara itu mengatakan Covid-19 nyata adanya karena telah banyak memakan korban.
Bahkan, keluarga, saudara, kerabat, dan temannya meninggal dunia akibat terinfeksi corona.
“Saat ini juga ada bude saya kena Covid masih di ICU, dan adik sepupu saya, sudah tiga hari mereka di ICU,” katanya.
Baca juga: Mulai Hari Ini, 200.000 Ton Beras Bulog Disalurkan untuk Bantuan PPKM Darurat
Atas hal tersebut, Astrid kesal lantaran banyak orang masih tak memercayai Covid-19 yang ada di Indonesia sejak Maret 2020.
Bahkan, ia harus merasakan menghadiri yasinan secara virtual tiap malam di mana 1-2 hari ada keluarga atau saudara meninggal.
“Mending reuni virtual mah nggak apa-apa, lah ini yasinan virtual. Rasanya beda,” ujar Astrid kepada Wartakotalive.com, Minggu (18/7/2021).
Yasinan virtual, lanjut Astrid, digelar berdasarkan inisiatif dari pihak keluarga yang sedang berkabung.
“Kadang ada dari kami yang kasih ide untuk support keluarga yang sedang berkabung,” kata Astrid.
Baca juga: Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Kalangan Santri
Alasan yasinan virtual diadakan karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, terlebih saat ini sedang berlangsung PPKM Darurat.
“Selain itu, banyak orang kena Covid, termasuk saudara kerabat dan teman, jadi prokes tetap diutamakan, jadilah Yasinan Virtual,” ucapnya.
Astrid menambahkan, konsep yasinan virtual tersebut tak jauh berbeda seperti yasinan tatap muka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/astrid-ibu.jpg)