Minggu, 17 Mei 2026

Berita Nasional

Pendukung Jokowi Mulai Kritik PPKM Darurat, Ferdinand Risau: Jangan Sampai Dimanfaatkan Lawan

Ferdinand meminta, para pendukung Jokowi untuk tidak agresif dalam memberikan kritiknya di media sosial.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews
Ferdinand Hutahaean 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah orang yang dikenal sebagai pendukung fanatik Presiden Joko Widodo memberikan kritiknya atas pemberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Daurat.

Sebut saja Denny Siregar dan Ade Armando.

Keduanya, melalui media sosial, meminta presiden untuk tidak memperpanjang PPKM Darurat.

Mereka beralasan, PPKM Darurat mempunyai dampak besar di kalangan masyarakat bahkan berpotensi menimbulkan kemarahan rakyat.

Baca juga: Fahri Hamzah Ingatkan Ada Pejabat Cari Aman di Kabinet, Beri Laporan Tak Jujur kepada Presiden

Melihat sejumlah rekannya sesama pendukung Jokowi memberikan kritikan tersebut, Ferdinand Hutahaen mencoba untuk mengingatkan mereka.

Ferdinand meminta, para pendukung Jokowi untuk tidak agresif dalam memberikan kritiknya di media sosial.

Ia khawatir, kritik yang disampaikan oleh pendukung Jokowi bisa menjadi pembenaran bagi pihak-pihak tertentu bahkan membuat rakyat arus bawah melakukan perlawanan.

Baca juga: Gus Najih Maimun Dipolisikan usai Tuding China Ingin Kuasai Indonesia, Muannas: Tangkap Saja!

"Kepada teman-teman pendukung @jokowi hati-hati berpendapat di medsos. Sampaikan kritik secara konstruktif dan tidak agresif. Waspada, jangan sampai energimu dimanfaatkan lawan untuk membuat suasana memanas di bawah. Sampaikan usul secara bijak, pemerintah pasti dengar. SAYA YAKIN PPKM AKAN EVALUASI," tulis Ferdinand di Twitter pada Sabtu (17/7/20210)

Sebelumnya, Denny Siregar menolak perpanjangan masa PPKM Darurat melalui postingan akun Instagram-nya @dennysirregar maupun akun Twitternya.

Dalam postingan, Denny Siregar melontarkan beberapa saran kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai alternatif daripada harus memperpanjang PPKM Darurat.

Denny Siregar mengatakan bahwa akan lebih baik jika PPKM Darurat diganti namanya dengan PPKM Longgar.

Dalam PPKM Longgar tersebut, Denny Siregar menjabarkan beberapa poin penting, salah satunya ialah pelonggaran aktivitas masyarakat.

"Karena itulah saya berharap PPKM Darurat ini tidak diperpanjang, mungkin diganti dengan PPKM Longgar. Semua aktivitas dilonggarkan tapi tetap harus mengikuti prokes jaga jarak dan masker pun harus dipakai," kata Denny Siregar

Denny Siregar menyarankan agar kegiatan di dalam kota harus tetap ada, walaupun perbatasan antar provinsi ditutup.

Baca juga: Jokowi Kecewa Menterinya ke LN saat Kasus Covid-19 Naik, Didu Heran: Ada Izin Presiden lewat Seskab

Kemudian, ia menyampaikan bahwasanya pasar harus tetap dibuka, akan tetapi harus tetap diawasi oleh petugas supaya tidak ada kerumunan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved