Kolom Trias Kuncahyono

'Gusti Kulo Nyuwun Saras'

Para anggota komunitas Perempuan Berkebaya ini tidak hanya nembang, menyanyikan lagu itu, tetapi bahkan juga menari di sebuah pendopo.

Istimewa
Kolom Trias Kuncahyono "Gusti Kulo Nyuwun Saras". Foto ilustrasi. 

I

WARTAKOTALIVE.COM -- Suatu hari, pekan lalu, saya menerima kiriman video refren tembang, dari budayawan Yogyakarta, Rama G Budi Subanar SJ.

Di hari yang lain, pekan lalu juga, saya mendapat kiriman video pendek berisi refren lagu yang sama, Panyuwunan,  (Permohonan), dari Komunitas Perempuan Berkebaya Jogya.

Mereka para anggota komunitas Perempuan Berkebaya ini tidak hanya nembang, menyanyikan lagu itu, tetapi bahkan juga menari di sebuah pendopo.

Di beberapa grup WA,  juga diposting video pendek refren lagu itu.

Ada yang dinyanyikan oleh seorang anak kecil, ada pula yang ditembangkan oleh seorang lelaki dewasa.

Tembang Panyuwunan, yang pekan lalu hits, dimuat oleh berbagai portal media pula.

Kata Budi Subanar, lirik tembang Panyuwunan, aslinya adalah geguritan yang ditulis oleh Rama I Kuntara Wiryamartana SJ (dalam buku Sraddha Jalan Mulia Dunia Sunyi Jawa Kuno; KPG, 2019).

Demikianlah bunyi refren lagu itu:

Gusti, kula nyuwun saras : sarasing sukma – resiking maras
(Gusti, kami mohon kesembuhan: sembuhnya sukma – bersihnya hati)

Gusti, kula nyuwun tamba : tambaning jiwa – segering raga
(Gusti, kami mohon obat: obatnya jiwa – segarnya raga)

Gusti, kula nyuwun seneng : senenging manah – tulaking sereng
(Gusti, kami mohon cerah ceria: gembiranya hati – penangkal dengki)

Gusti, kula nyuwun sabar : sabaring budi – nalar jembar
(Gusti, kami mohon kesabaran: sabarnya budi – luasnya wawasan)

Syair refren lagu Panyuwunan, menyentuh kedalaman. Mewakili teriakan pengharapan sebagian besar masyarakat Indonesia; dan bahkan umat manusia.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved